BOGOR – Aktivis lingkungan hidup di Bogor mendesak agar kawasan hutan dan lahan resapan air di Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, tetap dipertahankan di tengah pesatnya pembangunan kawasan.
Aktivis lingkungan Sabilillah menegaskan, desakan tersebut bukan untuk menghambat investasi, melainkan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah penyangga ibu kota yang terus menghadapi tekanan pembangunan.
"Lahan cadangan milik PT Sentul City Tbk perlu dipertahankan sebagai hutan di tengah kota sekaligus kawasan resapan air. Hal yang sama juga berlaku bagi lahan cadangan pengembang lainnya di Bogor," ujar Sabilillah, Minggu (24/5/2026).
Aktivis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Regional Gunung Gede Pangrango Halimun Salak itu menilai hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari menjaga kualitas tanah, resapan air, habitat satwa, hingga penyedia oksigen.
Menurutnya, hubungan manusia dengan alam harus dijaga melalui prinsip keseimbangan agar pembangunan tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
"Hutan bukan sekadar kumpulan pohon, tetapi bagian dari kehidupan yang saling terhubung dan harus dijaga untuk generasi mendatang," katanya.
Berdasarkan data yang dilansir BCA Sekuritas pada 8 Oktober 2025, PT Sentul City Tbk (BKSL) diketahui memiliki cadangan lahan (landbank) sekitar 14.500 hektare yang tersebar di wilayah Sentul, Puncak, dan Jonggol.