DEPOK, (TB) - Depok berdenyut dengan semangat baru! Sebuah kolaborasi apik terjalin antara Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Depok dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok. Sinergi ini membuka cakrawala baru bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Rabu lalu menjadi hari yang istimewa. Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Depok, Dudi Mi’Raz, beserta jajarannya, berkunjung ke Rutan Kelas I Depok. Kepala Rutan Kelas I Depok, Agus Imam Taufik, menyambut hangat kedatangan mereka. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan oase harapan bagi para warga binaan yang bersemangat mengembangkan potensi diri melalui dunia usaha.

Saya bisa merasakan betapa bangganya mereka, para warga binaan, ketika hasil karya mereka dihargai. Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap potensi yang mungkin tersembunyi di balik tembok penjara.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Disdagin Depok berkesempatan meninjau langsung beragam produk hasil karya WBP yang dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kopi Krabu.

Kopi Krabu, produk kopi lokal yang diolah langsung oleh tangan-tangan terampil WBP, menjadi bintang utama. Aroma kopi yang khas langsung menyeruak, seolah membawa secercah harapan dan cita rasa masa depan yang lebih cerah. Kopi Krabu kini semakin dikenal luas berkat cita rasanya yang unik dan kemasan yang menarik, menjadikannya daya tarik tersendiri di pasar lokal.

Kepala Disdagin Kota Depok, Dudi Mi’Raz, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif dan upaya Rutan Depok dalam membina serta mengembangkan potensi ekonomi kreatif warga binaan.

Disdagin berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dalam promosi dan perluasan pasar bagi produk-produk unggulan hasil karya warga binaan. Tujuannya jelas: agar produk-produk ini dapat bersaing secara efektif dengan produk UMKM lain di luar lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa hasil karya warga binaan tidak hanya memiliki nilai jual yang kompetitif, tetapi juga menjadi jembatan yang kokoh menuju kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat,” kata Agus Imam Taufik, Kepala Rutan Kelas I Depok, pada hari Rabu (12/11/2025).

Sinergi ini lebih dari sekadar urusan bisnis. Ini tentang memberikan kesempatan kedua, membangun jembatan bagi para warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan kepercayaan diri yang baru. Harapannya, kolaborasi yang menggembirakan ini akan terus berlanjut, menghadirkan program pelatihan, pembinaan, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan. Depok membuktikan bahwa harapan dan kesempatan bisa tumbuh di mana saja, bahkan di balik jeruji besi, memberikan warna baru bagi kehidupan mereka. (Heti)