SERANG, (TB) – Dua calon Mahasiswi baru yang mendaftar di Universitas Bina Bangsa mendapat perlakuan tidak senonoh dari oknum diduga Staf Universitas tersebut.
JJ (19) dan TT (18) yang bermaksud hendak mengurus kelengkapan berkas pendaftaran KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan pembayaran registrasi ulang pada 21 Juli 2022 lalu, sempat disewakan kamar untuk menginap di Hotel Grand Krakatau Serang, Banten oleh PE (Staf Universitas -Red).
“Karena pada saat itu waktu sudah menjelang maghrib, salah satu oknum [staf] ini menawarkan kepada JJ dan TT untuk diinapkan di hotel dengan alasan kalau pulang kan jaraknya jauh, sedangkan besok pagi harus interview KIP,” ungkap JJ, Selasa (6/9/2022) seperti dikutip dari Wartasidik.co
Dengan kepolosannya, akhirnya dua gadis ini mengikuti tawaran PE, staf UBINA yang meyakinkan setelah diantar ke hotel lalu dirinya langsung pulang.
“Ketika saya dan teman saya diantarkan ke hotel dan masuk kamar, saya istirahat sejenak, lalu PE keluar kamar setelah ikut istirahat beberapa menit. Kurang lebih setelah 40 menit, PE datang lagi membawa minuman 2 gelas cup dan 1 plastik minuman warna hitam memakai sedotan,” katanya.
“Dua minuman di cup yang katanya jus lemon diberikan kepada saya dan teman saya, nah yang di plastik minuman berwarna hitam diminum sama PE dengan memakai sedotan. Kata PE minuman yang di cup itu adalah minuman lemon, sedangkan minuman dia yang di plastik warna hitam itu katanya jus alpukat,” kata JJ.
“Sesudah itu lalu PE mandi dan keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk dan baju kemeja panjang langsung mendekati saya dan teman saya dengan alasan PE mau ngajarin skripsian. Lalu PE mengusap-usap punggung saya dan teman saya,” ungkap JJ.
“Ketika saya menghindar, PE terus mendekati saya dan menempelkan dagunya ke pundak saya. Karena saya semakin takut saya menghindar lagi. Ketika saya masuk kamar mandi mau gosok gigi, PE ngetok pintu menyuruh saya membukanya dengan alasan mau ngambil sesuatu di celananya di balik pintu kamar mandi,” imbuhnya.
“Lalu dia (PE-red) masuk sambil mengenakan handuk tiba-tiba lampu kamar mandi dimatiin dan pintunya ditutup sama PE. Lalu saya teriak, ‘bapak saya takut!’ lalu saya keluar dari kamar mandi dan PE pun keluar dari kamar mandi juga,” lanjut JJ.