Redam Bentrokan Antar Warga, Ini Yang dilakukan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah 

Spread the love
image_pdfimage_print

LAMPUNG TENGAH, (TB) – Diduga kesalahpahaman antara dua Kampung,  Kampung Mataram Ilir dan Kampung Srikaton Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah nyaris terjadi bentrokan antar kedua warga, Selasa (28/12/2021).

Dikarenakan selisih paham antara dua warga tersebut terjadi perkelahian, mengakibatkan salah satu warga mengalami luka di bagian tangan karena melerai perkelahian tersebut hingga warga kedua Kampung nyaris terjadi bentrok.

Kejadian tersebut bermula dikarena masalah percintaan sehingga terjadi perkelahian antara warga hingga berbuntut nyaris bentrok antar Kampung.

Warga Kampung Srikaton yang tidak terima terlihat berkumpul di Polsek Seputih Surabaya menuntut supaya terduga pelaku segera di tangkap.

Sedangkan warga Mataram Ilir berkumpul di ujung Kampung menjaga Kampung nya.

Tim Tekab 308 yang di pimpin Kasat Reskrim, AKP. Edi Qorinas. S.H. M.H. segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP)

Setibanya di Polsek Seputih Surabaya Kasat Reskrim segera memberi imbauan kepada masyarakat srikaton agar tenang dan jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,

“ Serahkan dengan Aparat Kepolisian, biar kami bekerja dan malam ini juga kami upayakan mengamankan terduga pelaku tersebut ” Kata Kasat saat mendampingi Kapolres Lampung Tengah, AKBP. Oni Prasetya.l, S.IK.

Setelah memberi arahan Kasat Reskrim beserta tim khusus anti bandit (TEKAB) meluncur ke Kampung Mataram Ilir, dan memberi arahan yang sama agar tidak mudah terprovokasi.

“ Kita semua bersaudara, jangan mudah terprovokasi, sehingga bisa menimbulkan persoalan baru, percayakan semua ini kepada kami ” Tegas Edi Qorinas.

Selanjutnya, tim tekab 308 Polres Lampung Tengah segera bergegas dan langsung ke rumah terduga pelaku dan segera mengamankan dua orang pelaku dan dibawa ke Mako Polres Lampung Tengah untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. ( Dr / Rls )

Leave a Reply

Your email address will not be published.