Dengan Program SPALD-T, Diharapkan Warga Tidak Buang Limbah Domestik Sembarangan

Spread the love
image_pdfimage_print

SUKABUMI,(TB) – Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T)skala permukiman pada program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) kini hadir di wilayah Desa.Ciambar.

Keberadaan SPALD-T tersebut diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,meningkatkan kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan masyarakat serta menghindari pencemaran air tanah,sungai,dan sumber mata air akibat pembuangan limbah domestik.

Yana selaku Ketua KSM Ciambar Barokah mengatakan,”SPALD-T merupakan waste water treatment agar air limbah domestik penduduk tidak dibuang secara langsung ke sungai,melainkan terlebih dulu diolah melalui sistem instalasi.

“Pemanfaatan SPALD-T untuk Kp.Ciambar Kolot Rt.02/05 Desa Ciambar Kecamatan Ciambar Kabupaten Sukabumi dapat memberi kontribusi terhadap program Ciambar bersih, dengan keberadaan sistem ini diharapkan dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan,baik sungai,selokan kecil,”ungkap Yana kepada wartawan.

Seraya dipaparkannya,angka pencemaran limbah domestik seperti limbah hasil buang air besar sembarangan (Bab), air cuci piring yang terkontaminasi deterjen/sabun, air sisa cuci baju, air sisa mandi yang cukup tinggi. Hal itu mengacu pada hasil survei sanitarian dari Dinas Kesehatan.

“Makanya,melalui SPALD-T ini air yang mengalir dari hilir dapat kelola dan output-nya kondisi air menjadi bersih dan layak untuk dialirkan ke badan (saluran) air,”Jelasnya.

Yana pun menegaskan,pihaknya telah berulangkali melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal penggunaan SPALD. Dalam pengerjaannya,saya jelaskan pada para tukang mesti teliti serta harus mengacu pada petunjuk teknis yang dikeluarkan dari pusat,karena nanti setiap hasil pengerjaan pasti ada survey lokasi yang dilakukan oleh pengawas dari Disperkim Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, bak tampungan SPALD ini yang berukuran 15 X 5 meter dengan kedalaman 4 meter. “Jadi kalau penuh,nanti tinggal dilakukan penyedotan saja dengan menggunakan mobil penyedot tinja,”Ungkapnya.

Lebih jauh Ketika ditanya bahaya dari pada limbah domestik itu terhadap tubuh manusia, berdasarkan hal yang ia ketahui menyebutkan,dapat terserang penyakit akibat bakteri E.coli. “Hal itu bukan tanpa alasan, salah satu upayanya yakni aliran air diolah terlebih dahulu melalui SPALD dan dialiri lagi keluar dalam kondisi bersih dari limbah domestik,”Tandasnya.

Diakhir yana mengucapkan terima kasih kepada kepala Desa Ciambar yang sudah memperjuangkan pengajuan program SPALD ini guna kepentingan warga masyarakat Ciambar kolot,mudahan-mudahan ke depan Desa Ciambar dapat lagi beberapa program, pungkasnya. (Den)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.