JAKARTA, (TB) – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai pemerintah tidak akan mampu mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Position selama Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Ia menyebut posisi Kapolri sangat kuat secara politik, bahkan Presiden Prabowo Subianto disebut tak akan berani memberhentikannya.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyatakan bahwa pencabutan IUP PT. Position sulit terjadi selama Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih memegang jabatan sebagai Kapolri.

“Kalau Jenderal Listyo Sigit masih bercokol menjabat Kapolri, mustahil IUP PT. Position bisa dicabut,” tegas Uchok dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025).

Menurut Uchok, secara politik posisi Kapolri saat ini sangat kuat. Bahkan, ia menilai Presiden Prabowo Subianto tidak akan berani mencopot Jenderal Listyo Sigit meski mendapat tekanan besar dari publik.

“Apalagi saat ini, tidak mungkin Jenderal Listyo Sigit dipecat atau diganti oleh Presiden. Biarpun para malaikat yang minta kepada Presiden Prabowo, jelas tidak akan mungkin,” sindirnya.

Lebih jauh, Uchok menilai ketergantungan Presiden Prabowo terhadap Kapolri menjadi bukti lemahnya independensi pemerintah dalam mengontrol institusi penegak hukum.

“Ini menandakan bahwa Prabowo sangat tergantung dan pasrah kepada Jenderal Listyo Sigit, meskipun citra polisi saat ini sangat buruk di mata publik,” tambah Uchok.

Selain itu, Uchok juga menyoroti kondisi internal Polri yang dinilainya masih kental dengan praktik nepotisme dan budaya transaksional.

“Di dalam internal Polri itu, mengisi jabatan bukan berdasarkan merit atau profesionalisme, tapi lebih pada kedekatan atau bayar uang,” ungkapnya.