BOGOR KOTA, (TB) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor menggelar launching Bogor Innovation Award (BIA) di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (30/5/2022).

Launching BIA ini diresmikan langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya disaksikan para undangan mulai dari dewan juri, pimpinan OPD, perwakilan universitas dan sekolah serta dari organisasi masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, BIA dihadirkan untuk memfasilitasi, menumbuhkan ekosistem inovasi serta menyalurkan ide kreatif seluruh pemangku kepentingan di Kota Bogor.

Inovasi yang dilahirkan tidak harus rumit, sebaliknya bisa inovasi sederhana namun ada nilai kebaruan dan ada nilai kebermanfaatan bagi kehidupan.

“Gelaran BIA sudah memasuki tahun ketiga. Pada 2019 dan 2021 bernama Kreativitas Inovasi Urang Bogor (Kribo). Di 2021 Kribo diikuti 86 peserta,” ujarnya.

Pihaknya melakukan evaluasi di 2022 ini untuk kategori peserta ada penambahan kriteria, yakni kategori SMP dan SMA dipisahkan agar kompetisi dan inovasi yang ada bisa berjalan lebih baik. Sehingga ada lima kategori perlombaan di BIA yakni kategori pelajar SMP, kategori SMA/SMK/sederajat, kategori Masyarakat, kategori Perguruan Tinggi dan Penelitian Pengembangan dan kategori khusus untuk ASN.

“Di tahun lalu kami menyiapkan anggaran Rp 64 juta untuk pemenang dan tahun ini dinaikkan dua kali lipat menjadi Rp 126 juta untuk pemenang dan seluruh pemenang difasilitasi mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Di tahun lalu ada 11 inovasi mendapatkan sertifikat HAKI,” sebutnya.

Ia menerangkan, tema lomba BIA 2022 yakni peningkatan daya saing daerah melalui percepatan pemulihan ekonomi berbasis potensi lokal dan kelestarian alam.

Dari tema ini diturunkan menjadi 10 bidang lomba, sebut saja energi terbarukan, pangan dan agribisnis, teknologi informasi dan komunikasi, air minum, kebersihan dan lingkungan hidup, transportasi ramah lingkungan, pendidikan, kerajinan rumah tangga, sosial ekonomi hijau, kesehatan dan obat-obatan.