BOGOR, (TB) - Senin pagi yang kelabu menyelimuti jalur wisata Pabangbon, Bogor. Tepat di depan penginapan Pakarangan Glamping Resort, Kampung Nangela Kaum, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang suami dan membuat istrinya berjuang melawan maut.
Pasangan suami istri asal Kecamatan Leuwisadeng itu menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada (13/10/2025) tersebut. Sang suami, berinisial AL, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara istrinya, TN, mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis di RSUD Leuwiliang.
TN bukan sekadar seorang istri, ia adalah sosok yang dikenal luas karena dedikasinya sebagai kader PKK yang aktif di bidang sosial dan kesehatan. Hatinya selalu terpanggil untuk membantu sesama, menjadikannya bagian penting dari Forum Kesehatan Bogor Barat (FKBB).
H. Didin Hafidhuddin, Kepala Desa Sibanteng, mengungkapkan duka mendalam atas kejadian ini. "Korban TN kebetulan sedang membantu masyarakat Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, untuk mengurus UHC (Universal Health Coverage). Setelah selesai, beliau diantar oleh suaminya untuk pulang melewati jalur Bantarkaret-Pabangbon. Di perjalanan itulah kecelakaan tragis ini terjadi," kata H. Didin kepada wartawan.
Kepergian TN meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang dilayaninya. Ia meninggalkan empat orang anak yang kini membutuhkan dukungan dan pendampingan.
"Kami semua sangat berduka. Beliau adalah kader yang berdedikasi tinggi. Kami berharap TN segera pulih dan keluarga diberi ketabahan," ucapnya.
H. Didin juga mengimbau seluruh kader kesehatan dan anggota FKBB untuk senantiasa berhati-hati saat bertugas, terutama di wilayah perbukitan dengan jalur yang menantang.
Sementara itu, Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang memilukan ini.
"Benar, terjadi kecelakaan tunggal di wilayah Desa Pabangbon. Satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi dalam kondisi kritis. Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah rem blong,” ujarnya.