DEPOK – Peringatan Hari Air Sedunia 2026 di Kota Depok tidak sekadar menjadi seremoni. PT Tirta Asasta Depok memilih turun langsung ke lapangan melalui aksi nyata berupa susur Sungai Ciliwung, pengangkatan sampah, dan penanaman pohon, Senin (30/3/2026).
Kegiatan yang dimulai dari Kampung Serab GDC hingga SMPN 34 Depok ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran komisaris, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan peserta dari luar daerah.
Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, Abdul Holik, menegaskan bahwa Sungai Ciliwung memiliki peran vital sebagai sumber utama air baku bagi kebutuhan masyarakat Kota Depok.
“Ciliwung adalah salah satu urat nadi kehidupan Kota Depok. Menjaga sungai ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keberlangsungan pelayanan air bersih,” ujar Holik.
Sampah Masih Jadi Masalah Serius
Dalam aksi tersebut, peserta menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga benda berukuran besar seperti kasur. Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai masih perlu ditingkatkan.
“Sampahnya masih sangat banyak. Ini menjadi pengingat bahwa sungai kita belum sepenuhnya dijaga,” ungkapnya.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk lomba pengumpulan sampah sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.
Ciliwung Masih Jadi Andalan Air Baku