CIBINONG, (TB) — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor tahun 2025 kali ini tak hanya menjadi ajang syiar Islam, tapi juga menjadi ruang ekspresi budaya lokal. Hal itu terlihat dari rombongan peserta asal Kelurahan Sukahati yang tampil membanggakan identitas sejarah daerahnya.
Mereka mengusung tema Kerajaan Muara Beres dan sejarah Surau Kaum, tempat ibadah bersejarah yang kini telah menjadi Masjid Al-Atiqiyah, yang terletak di wilayah Sukahati, Cibinong.
Menurut Lurah Sukahati, Noer Eka Madiya, Jr, Surau Kaum dibangun pada tahun 1667 Masehi oleh Safe’i, putra dari Raja Muara Beres, Surawisesa, yang merupakan keturunan langsung dari Prabu Siliwangi.
"Surau Kaum ini berdasarkan catatan sejarah merupakan surau tertua di Bogor. Dibangun dari bahan sederhana seperti batang pohon dan pelepah daun, namun memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi," ungkap Eka.
Lebih jauh, Eka menjelaskan bahwa Surau Kaum bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga dahulu menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Muara Beres, yang wilayah kekuasaannya membentang di sepanjang aliran Kali Ciliwung. Wilayah itu mencakup daerah yang kini dikenal sebagai Kelurahan Karadenan, Sukahati, Cibinong, hingga Tanjung Barat di Jakarta Selatan.
"Dengan mengangkat sejarah lokal, kami ingin menanamkan kebanggaan kepada generasi muda tentang warisan leluhur mereka," lanjutnya.
MTQ tingkat Kecamatan Cibinong 2025 sendiri akan diselenggarakan pada Selasa, 15 Juli 2025 di Saung Bogania, Kelurahan Tengah, dan diikuti oleh seluruh kelurahan yang ada di wilayah kecamatan tersebut.
Peserta dari Kelurahan Sukahati hadir dengan penuh semangat, siap mensukseskan MTQ tingkat Kecamatan Cibinong dengan menjadikan tema budaya sebagai bagian dari syiar Islam yang membumi dan berakar kuat pada sejarah lokal.
Untuk diketahui, pada MTQ Tingkat Kecamatan Cibinong Tahun 2025 ini, Kelurahan Sukahati mengikutsertakan perwakilannya sebanyak 12 orang peserta untuk mengikuti tiga kategori perlombaan. (Sto)