PESAWARAN, (TB) – Terkait dugaan indikasi mark-up anggaran belanja pengadaan dua unit kendaraan mobil Ambulan Senilai Rp1,2 milyar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Komisi 1V DPRD Kabupaten Pesawaran telah melakukan hearing dan memanggil langsung Kepala Dinas Kesehatan pada Kamis 07 Juli 2022.

Ketua Komisi 1V Devita Sahara yang diwakili oleh H. Rudi Agus Sunandar, Bumairo dan Umroni mengatakan,

” Kami komisi 1V Dewan Pesawaran sudah melaksanakan Hearing dan memanggil kepala dinas kesehatan Pesawaran kemarin, ” Kata H. Rudi.

Baca juga: Dugaan Mark-up Pengadaan Ambulance di RSUD Pesawaran, Komisi 1V DPRD : Secepatnya Kami Akan Panggil Kadis Kesehatan

Dia juga menjelaskan,
” Kami juga melihat langsung kendaraan mobil ambulance tersebut, yaitu dua unit mobil Ambulance merek toyota innova 2.0 G berikut alat-alat yang ada di dalamnya” Jelasnya.

” Mobil innova itu terlalu mewah, dan  untuk spek Ambulance itu sangat tidak layak dan tidak memenuhi standar, kurang maksimal, karena mobil innova atapnya terlalu rendah dan membuat tidak nyaman bagi pasien dan keluarga yang mengantar pasien ” Ucap mereka bertiga.

Hearing dan sidak komisi 1V DPRD Pesawaran ke Dinas Kesehatan dan RSUD Pesawaran itu berkat laporan dari Organisasi DPD Ko-wappi kabupaten pesawaran pada hari Senin  (4/7) tentang adanya dugaan mark-up anggaran di dinas kesehatan.

Diketahui Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran sekitar bulan Oktober 2021 lalu mengalokasikan Anggaran pengadaan mobil Ambulan merek Toyota Innova 2.0 G sebanyak 2 unit dengan pagu anggaran per unit senilai Rp.600 Juta Rupiah .

Namun berdasarkan penelusuran awak media yang dilansir dari situs karoseriakindo.com, mobil ambulan dengan tipe Toyota Innova 2.0 G tersebut harganya berkisar di angka Rp.400 juta an saja per unit berikut dengan Karoserinya. (Oby)