JAKARTA, (TB) – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, membantah tuduhan Ketua Umum Jaringan Relawan Nasional (Joman) sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, yang menyebut dirinya menggerakkan demonstrasi untuk melengserkan Noel dari jabatan Komisaris BUMN PT Mega Eltra pada 2021.
Silfester menyebut pernyataan Noel yang disampaikan dalam acara Dua Arah di Kompas TV, Jumat (15/8), adalah fitnah keji.
Menurutnya, aksi demonstrasi saat itu murni digelar sejumlah relawan yang kecewa terhadap sikap Noel ketika membela mantan Sekjen FPI, Munarman, di pengadilan.
“Yang menginisiasi aksi itu adalah puluhan organisasi yang tergabung dalam Merah Putih Bersatu. Relawan saya, Solidaritas Merah Putih, sama sekali tidak ikut. Bahkan, saya menolak hadir saat diminta berorasi karena sedang menjadi narasumber seminar,” jelas Silfester, Sabtu (23/8).
Ia menegaskan tuduhan Noel bahwa dirinya menggerakkan empat kali aksi demo di depan Kementerian BUMN tidak berdasar dan tanpa bukti. Silfester juga menyinggung bahwa Noel justru kerap menyerang Menteri BUMN karena merasa tidak puas ditempatkan di PT Mega Eltra, perusahaan yang saat itu tengah menghadapi masalah keuangan.
Soroti Kasus Korupsi Noel
Selain membantah fitnah, Silfester juga menyinggung kasus korupsi yang menjerat Noel. Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini menetapkan Noel sebagai tersangka pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
“Saya tidak kaget Noel ditangkap KPK. Sejak awal banyak laporan bahwa ia sering meminta uang dengan iming-iming jabatan dan proyek. Bahkan, KPK sudah menemukan aliran dana hingga miliaran rupiah ke rekeningnya,” ujarnya.
Silfester menilai perilaku Noel mencederai rakyat kecil, terutama para pekerja yang seharusnya dilindungi. Ia mengapresiasi langkah KPK yang berhasil menyelamatkan uang buruh setelah biaya sertifikat K3 yang normalnya Rp270 ribu digelembungkan hingga Rp6 juta.