CISEENG, (TB) – Derita ribuan petani ikan hias dan konsumsi di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, kian memprihatinkan. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, wilayah ini diterjang banjir sebanyak tiga kali, memporak-porandakan kolam tambak yang menjadi sumber penghidupan warga, terutama di Desa Babakan dan Desa Ciseeng.

Arul (37), petani ikan di Kampung Babakan Kulon, mengaku kolam tambak miliknya hancur pada banjir pertama dan kedua. Meski sudah berupaya memperbaiki, bencana ketiga kembali memusnahkan hasil ternaknya.
“Hancur sudah kolam tambak dan ikan hanyut terbawa banjir. Entah bagaimana lagi saya harus memulai,” ungkapnya, Selasa (12/8/2025).

Hal serupa dialami Gople, petani lainnya, yang menyebut modal habis, panen gagal, dan masa depan usahanya tak menentu. “Kerugian yang kami alami sangat besar,” ucapnya lemah.

Seorang petani gurame yang enggan disebutkan namanya bahkan merugi puluhan juta rupiah setelah lebih dari 1.500 ekor ikan hanyut. “Kolam rusak, ikan habis. Kerugian saya mencapai puluhan juta rupiah,” tuturnya.

Bencana beruntun ini diduga dipicu jebolnya tanggul di sepanjang Kali Cibeuteung akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Ribuan tambak ikan hias dan konsumsi terdampak, dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemprov Jawa Barat telah melakukan langkah awal tanggap darurat. Namun, hujan deras yang masih sering turun menjadi kendala dalam penanganan. (Rie)