BOGOR, (TB) – Warga Desa di sekitar ruas Jalan Cibeber–Kalongliud, Kecamatan Nanggung, melakukan aksi protes unik dengan menutup jalan berlubang menggunakan serabut kelapa dan menanam pohon pisang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena hingga kini belum ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait perbaikan jalan tersebut.
Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung, Jani Nurjaman, mengaku memahami keresahan warga. Menurutnya, protes yang dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial dari masyarakat sebagai pengguna jalan.
“Kami sangat menyayangkan gerakan dari warga, tetapi ini mungkin bentuk protes kepada pemerintah. Kita jadikan motivasi, semoga pembangunan segera dilakukan. Ini akses utama untuk pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian warga,” ungkap Jani seusai kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jami’ Baitu Kulli Mu’minin, Parengpeng, Jumat (15/8/2025).
Di tempat terpisah, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah V Leuwiliang, Aldino Putra Perdana, menanggapi aksi warga tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeliharaan jalan di ruas Cibeber–Kalongliud, tepatnya di STA 5+020.
Namun, kata Aldino, proses perbaikan sempat terkendala oleh faktor cuaca.
“Yang diberitakan itu di titik STA 6+883. Pemeliharaan memang terhambat karena kondisi hujan. Tidak memungkinkan untuk melaksanakan tambal sulam saat hujan,” jelasnya.
Aldino meminta warga untuk bersabar, sebab perbaikan jalan sudah masuk dalam rencana pekerjaan tahun ini.
“Mohon bersabar sebentar lagi. Rencana fisik tahun ini dikerjakan dua segmen, yaitu STA 6+950 – STA 7+006 dan STA 8+100 – STA 8+500,” terangnya.
Dengan janji perbaikan tersebut, masyarakat berharap kondisi jalan segera membaik sehingga mobilitas warga untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, maupun pertanian tidak lagi terhambat. (Deri)