JAKARTA, (TB) – Projo Muda menduga, peretasan Pusat Data Nasional (PDN) merupakan ketegasan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dalam memberantas judi online.
“Program memberantas judi online ini program utama Menkominfo Budi Arie setelah dilantik oleh Presiden Jokowi pada Juli tahun lalu,” tutur Sekretaris Jenderal DPP Projo Muda, Febrio Martha Mustafa, Rabu (10/7/2024) kepada awak media.
Perang melawan judi online (judol) dilancarkan Menkominfo Budi Arie dengan gencar.
Tercatat sepanjang periode 2023-2024 Kemenkominfo bekerja sama dengan sejumlah pihak, khususnya Polri, telah memblokir sedikitnya 2,2 juta situs judol.
Puncak perang terhadap judol, catat Febrio Martha, terjadi saat rapat Satuan Tugas Pemberantasan Judi Online di Kemenko Polhukam pada 19 Juni 2024 memutuskan dilakukan blokir terhadap akses internet judol ke Kamboja dan Filipina.
“Hanya dalam hitungan jam, pada dini hari 20 Juni 2024 aksi peretasan dilakukan terhadap Pusat Data Nasional (PDN) Sementara (PDNS) 2 Surabaya yang pengelolaannya berada di bawah tanggungjawab Menkominfo. Jelas terlihat upaya hacking dilakukan untuk mendiskreditkan Menkominfo Budi Arie,” tuturnya.
Dia mengingatkan, PDN merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi), khususnya sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
Dengan menyerang program unggulan Presiden, maka yang muncul adalah wacana ketidakpercayaan (distrust) masyarakat.
Sementara di sisi lain, dalam catatan Projo Muda hingga Juni 2024, survei yang dilakukan Surat Kabar Harian Kompas mendapati tingkat kepuasan umum atas kinerja pemerintahan Jokowi-Amin mencapai 75,6 persen.