BOGOR, (TB) – Kondisi Jembatan Ki Lecut di Kampung Pagutan, Desa Jasinga, Kabupaten Bogor, semakin mengkhawatirkan, terutama saat musim penghujan. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jasinga pada Selasa (12/8/2025) sore menyebabkan debit air Sungai Cikeam dan Cidurian meluap.
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat aliran sungai meluap tinggi hingga membuat seorang warga yang hendak melintas membatalkan niatnya karena kondisi jembatan yang rapuh.
Ketua LSM Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK) DPC Kabupaten Bogor, Ilyas, sebelumnya telah menyatakan keprihatinan dan mendesak pemerintah desa mengambil langkah cepat. Ia menegaskan bahwa Jembatan Ki Lecut adalah infrastruktur vital penghubung dua desa.
“Pondasi jembatan kini dalam kondisi rapuh dan berpotensi ambruk. Ini ancaman serius terhadap keselamatan warga,” ujar Ilyas.
Warga Kampung Pagutan RT 01 RW 01 juga mendesak agar Kepala Desa Jasinga, Badruddin Selamet, segera merespons keluhan mereka.
Lukman, warga setempat yang akrab disapa Tompel, berharap ada pembangunan ulang pondasi jembatan.
“Kalau banjir lagi, bisa membahayakan warga. Jangan sampai menunggu korban,” ujarnya pada 16 Juni lalu.
Berdasarkan penelusuran tugasbangsa.com, Desa Jasinga menerima pagu anggaran sekitar Rp1,1 miliar dengan penyaluran dana sebesar Rp660 juta lebih hingga 12 Juni 2025. Namun, saat ini Pemdes Jasinga tercatat tengah mengerjakan proyek lain seperti perbaikan lapangan bola, pembangunan sirkuit grasstrack, drainase, dan sejumlah infrastruktur lain, sementara pembangunan pondasi Jembatan Ki Lecut belum menjadi prioritas. (Deri)