DEPOK, (TB) – Wacana penataan ulang daerah pemilihan (dapil) di Kota Depok mulai menguat seiring dengan proses pemutakhiran data partai politik yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Menyikapi dinamika tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok menyatakan telah menyiapkan blueprint strategi politik untuk menghadapi Pemilu 2029, dengan target meraih 12 kursi legislatif.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto, S.H., mengungkapkan bahwa KPU Kota Depok telah melakukan kunjungan ke kantor PKB pada Rabu (24/12/2025) dalam rangka pemutakhiran data administrasi partai, termasuk perubahan alamat kantor dari Jalan Muhammad Yusuf ke Jalan Siliwangi.
Menurutnya, pemutakhiran data tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan kepemiluan, mulai dari proses verifikasi partai politik hingga perencanaan teknis Pemilu mendatang.
Selain pembaruan data administrasi, pertemuan tersebut juga membahas secara informal kemungkinan perubahan dan penataan dapil yang dipicu oleh dinamika kependudukan di Kota Depok.
Siswanto menjelaskan, Dapil 6 yang meliputi Sawangan, Bojongsari, dan Cipayung menjadi perhatian utama karena telah mencapai batas maksimal alokasi 12 kursi DPRD.
“Dapil 6 sudah penuh. Maka muncul beberapa wacana penataan, seperti pemisahan Cipayung dengan Pancoran Mas atau pengelompokan Sawangan dengan Bojongsari. Namun semua itu masih sebatas wacana,” ujarnya.
Selain Dapil 6, wacana penataan juga menyentuh wilayah Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos, sementara Dapil Limo–Cinere serta Cimanggis dinilai relatif masih stabil.
Siswanto menegaskan, pembahasan resmi terkait perubahan dapil baru akan dilakukan saat tahapan Pemilu dimulai, yakni sekitar tahun 2027.
“Pada Pemilu 2024 lalu sebenarnya ada skema penataan dapil yang diajukan, tetapi karena waktu terbatas dan kesiapan partai belum maksimal, akhirnya tidak berjalan. Karena itu, sekarang kami antisipasi lebih awal,” tegasnya.