LEBAK, (TB) - Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) yang telah selesai dilaksanakan selama tiga hari di Kasepuhan Guradog, Kabupaten Lebak menjadi momentum penting untuk merayakan keberagaman, memperkuat identitas budaya dan menjaga warisan adat di tengah arus modernisasi.
Dari sekian banyaknya tamu undangan yang hadir, tugasbangsa.com melihat beberapa Kasepuhan dan ratusan incu-putu khususnya wilayah Bogor turut hadir meramaikan puncak acara perayaan HIMAS di hari terakhir tepatnya, Sabtu (9/8/2025).
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin mengungkapkan ada beberapa Kasepuhan wilayah Bogor yang turut hadir dan membawa rombongan incu-putu (masyarakat adatnya-red).
"HIMAS ini menjadi sprint untuk Pemerintah Kabupaten Bogor, kita melihat ada banyak Kasepuhan mendapatkan undangan kemudian hadir membawa incu-putu ke sini, ini menandakan di Bogor ada Kasepuhan," ujarnya di Imah Gede, Kasepuhan Guradog.
Nurodin yang akrab disapa Jaro Peloy ini menegaskan akan mendorong pembentukan Perda tentang Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Kasepuhan.
"Kami di DPRD Kabupaten Bogor akan mendorong, kami juga sudah sampaikan ke Bupati akan kita atur apakah menjadi Perda inisiatif
pengusulnya Pemerintah Daerah atau kemudian di Legislatif," ujar Jaro lagi.
Maka kedepan, sambungnya, harus ada Perda itu sebagai bentuk Political will untuk keseriusan bagaimana masyarakat adat ini dapat pengakuan.
Fraksi Partai PKB ini menambahkan, hal-hal lain yang kemudian Pemkab Bogor sudah lakukan pembentukan Perda Pemajuan Kebudayaan Daerah dan Cagar Budaya Daerah sebagai payung hukum.
"Yang keduanya adalah SK Bupati, ya walaupun hanya bentuk SK tapi ini juga sudah menunjukkan bahwa masyarakat adat ini mendapatkan tempat di Bogor," jelasnya. (Deri)