CISARUA, (TB) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penyegelan terhadap sejumlah bangunan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Langkah tersebut menuai kecaman dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS).

“Kami minta agar Bapak Presiden Prabowo mengetahui akar masalah di kawasan Puncak. KLH jangan hanya main segel dan menutup tempat usaha. Dampak sosial dan ekonomi masyarakat juga harus dipikirkan,” ujar Ketua AMBS, M. Muhsin S.I.P., Senin (11/8/2025).

Muhsin mengungkapkan, kawasan selatan Kabupaten Bogor, khususnya Puncak, menyumbang kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Menurutnya, jika langkah KLH tidak tepat sasaran, penyegelan bangunan di sektor wisata akan memicu pengangguran, mengganggu investasi, dan menurunkan pendapatan APBD Kabupaten Bogor.

“Dampak buruk bakal terjadi. Penambahan jumlah pengangguran, terganggunya investasi lokal maupun regional, bahkan bisa membuat setoran ke APBD anjlok,” tegasnya.

Ia menilai langkah KLH sudah melenceng dari tujuan awal yang hanya sebatas pengawasan. “Ini terkesan makin agresif dan tidak terarah untuk mengembalikan Puncak sebagai kawasan konservasi alam dan lingkungan,” ujarnya.

Muhsin menilai janggal penyegelan terhadap objek yang tidak secara langsung menjadi penyebab kerusakan lingkungan atau banjir. Ia khawatir kebijakan itu justru menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kawasan Puncak.

“Opini masyarakat menilai kebijakan KLH ini barbar. Ini seperti merampas hak hidup pekerja dan warga Puncak, yang ujungnya membuat perekonomian semakin terpuruk,” katanya.

Menurut Muhsin, ribuan karyawan terancam kehilangan pekerjaan karena tempat usaha tempat mereka bekerja dibongkar. “Investor akan berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Puncak. Bangunan yang sudah berizin pun bisa dibongkar. Ini preseden buruk bagi Pemkab Bogor,” terangnya.

Muhsin menambahkan, pihaknya telah mengirim surat kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk meminta audiensi membahas langkah KLH dan dampaknya terhadap masyarakat serta pelaku usaha di Puncak. (Iwan)