JASINGA, (TB) – Warga di dua desa di Kecamatan Jasinga, yakni Desa Wirajaya dan Desa Jugalajaya, mengeluhkan aktivitas pembakaran sekam bekas kotoran ayam di ruas Jalan Ngasuh–Cileuksa. Selain menimbulkan asap pekat, cairan limbah berwarna coklat kehitaman juga terlihat menggenang dan berceceran ke badan jalan.

Sekretaris Desa Wirajaya, Iwan, mengaku sempat melihat langsung aktivitas pembakaran tersebut saat menuju Kampung Haurbentes. Namun, ia belum mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan tempat pembakaran.

“Apakah sudah konfirmasi apa belum, kan gitu. Coba nanti ngobrol sama Jaro (Kepala Desa),” ujarnya saat dikonfirmasi media, Rabu (13/8/2025).

Pantauan di lokasi oleh media ini tidak menemukan pihak yang dapat dimintai keterangan. Sementara itu, tumpahan limbah cair yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam menimbulkan keluhan pengguna jalan dan warga sekitar.

Seorang aktivis atau pegiat lingkungan dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bogor Raya, Sabilillah, menilai pembakaran sekam bekas kotoran ayam berpotensi menimbulkan polusi udara akibat pelepasan partikel debu dan gas berbahaya seperti amonia. “Kalau limbah cairnya masuk ke selokan atau sungai, itu bisa mencemari air dan memicu kematian biota, termasuk ikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran terbuka tanpa pengelolaan limbah yang benar melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ia berharap pemerintah desa dan pihak berwenang segera menelusuri pelaku serta mencari solusi pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan. (Deri)