JAKARTA, (TB) – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghadirkan inovasi baru dalam akses layanan kesehatan melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal. Program yang dikenal dengan nama NIK Sehat ini menjadi terobosan penting dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mulai diimplementasikan sejak 26 Januari 2022.

Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari adanya permasalahan ketidaksesuaian data identitas peserta BPJS Kesehatan yang kerap menghambat layanan di fasilitas kesehatan. “Inovasi ini menjawab kebutuhan akan sistem verifikasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Teguh menjelaskan bahwa tujuan utama inovasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi layanan, menurunkan kasus ketidaksesuaian data, dan memastikan peserta JKN cukup dengan NIK atau menunjukkan KTP elektronik untuk mendapatkan layanan kesehatan. “Inovasi ini telah menunjukkan dampak signifikan, yaitu peningkatan verifikasi peserta berbasis NIK hingga 100 persen dan penurunan waktu layanan menjadi kurang dari 2 menit,” jelasnya.

Implementasi NIK Sehat dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi integrasi sistem Dukcapil dengan BPJS Kesehatan, sinkronisasi data, peluncuran program, dan implementasi secara nasional. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala setiap semester untuk mengukur efektivitas implementasi inovasi.

Integrasi Sistem dan Sinkronisasi Data

Proses integrasi sistem antara Dukcapil dan BPJS Kesehatan merupakan langkah krusial dalam mewujudkan NIK Sehat. Dengan terintegrasinya kedua sistem ini, data kependudukan yang valid dan akurat dapat langsung digunakan untuk memverifikasi identitas peserta BPJS Kesehatan. Sinkronisasi data dilakukan secara berkala untuk memastikan data yang digunakan selalu mutakhir dan sesuai dengan kondisi terkini.

Dampak Positif bagi Peserta JKN

Implementasi NIK Sehat membawa dampak positif yang signifikan bagi peserta JKN. Salah satunya adalah kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Peserta tidak perlu lagi membawa berbagai macam dokumen atau kartu identitas. Cukup dengan menunjukkan NIK atau KTP elektronik, peserta sudah dapat dilayani di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu, NIK Sehat juga membantu mengurangi antrean dan mempercepat proses pelayanan. Dengan sistem verifikasi yang lebih cepat dan akurat, petugas kesehatan dapat segera melayani peserta tanpa perlu melakukan pengecekan data secara manual yang memakan waktu.