BOGOR (TB) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK) DPC Kabupaten Bogor menyatakan keprihatinan mendalam atas kecelakaan maut yang kembali terjadi di jalur tambang Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Dalam aksi yang digelar pada Minggu (1/6/2025) di depan kantor Kecamatan Parungpanjang, Ketua PPUK, Ilyas, mengecam keras kelalaian yang menurutnya telah berlangsung berulang kali tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang.

Menurut Ilyas, insiden yang menewaskan seorang warga pada Sabtu malam (31/5/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, menjadi bukti nyata bahwa aktivitas angkutan tambang di wilayah tersebut tidak terkendali dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kami mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan seluruh pemangku kebijakan untuk segera melakukan evaluasi total terhadap operasional angkutan tambang di wilayah ini,” tegas Ilyas dalam orasinya.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal proses penyelidikan hingga tuntas dan menuntut adanya tindakan nyata dari pihak terkait. PPUK juga mendorong diberlakukannya moratorium sementara terhadap aktivitas angkutan tambang yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan dan mengabaikan hak hidup warga.

“Kami tidak ingin nyawa warga terus menjadi taruhan. Sudah saatnya keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi segelintir pihak,” tambahnya dengan nada geram.

PPUK berencana mengajukan audiensi resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

Ilyas juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang dinilai kurang transparan. Hingga saat ini, identitas lengkap korban dan kronologi final kecelakaan belum dirilis oleh pihak kepolisian, sementara kendaraan truk tambang yang diduga terlibat dalam kecelakaan tidak berada di Polsek Parungpanjang.

Sebelumnya, kecelakaan tragis terjadi di wilayah Parungpanjang, Sabtu malam, 31 Mei 2025. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlindas truk bermuatan tanah dengan nomor polisi B 9565 UVX.

PPUK menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa hak-hak korban serta keselamatan warga tidak lagi diabaikan. (Der)