DEPOK, (TB) - Peristiwa longsor melanda wilayah RW 08 Kelurahan Bojong–Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, pada Jumat (5/12/2025) pagi. Longsor yang dipicu saluran air tidak berbeton di lahan bagian atas menyebabkan tebing amblas dan merusak dinding rumah warga di RT 02/08. Kondisi rumah kini tidak layak huni dan memicu kekhawatiran warga akan longsor susulan di tengah intensitas hujan yang terus meningkat.
Longsor terjadi ketika aliran air deras dari lahan di ketinggian mengikis tebing secara terus-menerus. Tanah yang sudah jenuh akibat hujan berturut-turut melemah hingga akhirnya ambles dan menghantam dinding bagian belakang rumah warga. Kerusakan yang terjadi cukup parah, membuat penghuni rumah langsung mengungsi ke tempat aman setelah melihat tanda-tanda tebing mulai rapuh.
Menerima laporan dari pengurus lingkungan, Lurah Bojong–Pondok Terong bergerak cepat menuju lokasi, disusul Sekretaris Camat Cipayung. Keduanya melakukan peninjauan untuk melihat tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan awal. Kehadiran mereka di lokasi memberi ketenangan bagi warga yang tengah cemas.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pak Lurah dan Pak Sekcam yang langsung datang melihat kondisi kami. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendirian di tengah musibah ini. Kami berharap perbaikan segera terlaksana agar warga kembali merasa aman,” ujar perwakilan warga.
Camat Cipayung, Mohammad Reza, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah mengambil langkah cepat dalam menangani situasi ini. Ia menugaskan Sekretaris Camat untuk memastikan penanganan lapangan berjalan baik dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta pemilik lahan di bagian atas yang menjadi sumber masalah.
“Penanganan awal harus segera dilakukan, termasuk pembenahan saluran air oleh pemilik lahan. Kami akan mengawal proses ini sampai tuntas agar tidak ada kerusakan lebih lanjut dan warga bisa kembali tinggal dengan aman,” tegas Camat Reza.
Selain bantuan pemerintah, warga bersama pengurus lingkungan juga bergerak melakukan perbaikan swadaya, membersihkan puing dan memantau kondisi tebing yang masih labil. Kekhawatiran tetap muncul karena curah hujan yang semakin tinggi dapat memicu longsor susulan.
“Kondisi tebing masih tidak aman. Kami harap semua langkah perbaikan bisa selesai sebelum hujan lebih deras lagi,” tambah warga.
Hingga saat ini, pihak kecamatan dan kelurahan terus memantau lokasi. Tanda bahaya telah dipasang, dan warga diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah berharap penanganan cepat ini dapat mencegah bencana lanjutan dan membuat warga bisa kembali tinggal dengan aman. (hetti)