BOGOR, (TB) – Sebagai bagian dari langkah strategis mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam mendukung pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Forum Pekerja Radiasi yang digagas oleh PT Intergy Indonesia menggelar Seminar Nasional di Hotel Grand Zuri, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (30/7/2025).
Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor ketenaganukliran nasional dan internasional untuk membahas tantangan, strategi, dan peluang pengembangan SDM di bidang energi nuklir.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), As Natio Lasman, dalam paparannya menyatakan pentingnya mengirim tenaga ahli Indonesia ke negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China untuk belajar langsung pengoperasian reaktor nuklir.
“Transfer pengetahuan secara langsung dari negara yang telah lama mengoperasikan PLTN adalah hal krusial. Indonesia tidak boleh sekadar teori; kita harus menyiapkan SDM yang benar-benar kompeten,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa pemerintah telah memproyeksikan pembangunan PLTN di 29 lokasi, termasuk di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Keunggulan PLTN, menurutnya, tidak hanya efisien—dengan satu gram uranium setara tiga ton batu bara—tetapi juga didukung ketersediaan sumber daya uranium di Kalimantan, Mamuju, dan Sumatera.
Sementara itu, Direktur PT Intergy Indonesia, Muhammad Mauliddin Nugraha, menyampaikan bahwa perusahaannya telah ditunjuk oleh BAPETEN sebagai lembaga pelatihan resmi di bidang ketenaganukliran.
“Kami mendampingi pendidikan vokasi yang sudah ada di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Yogyakarta, BRIN) dengan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Ini meliputi bidang seperti Proteksi Radiasi dan Keamanan Zat Radioaktif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta, hanya perlu pelatihan berkelanjutan dan sinergi antara lembaga pendidikan, pelatihan, dan regulator.
Seminar ini juga dihadiri oleh tokoh penting dari: