PESAWARAN, (TB) – Terkait berita yang beredar di Media Online tentang Anggaran Perumahan Dinas Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran yang diduga menghambur-hamburkan anggaran mencapai Milyaran rupiah, membuat gerah M. Nasir selaku Wakil Ketua DPRD Pesawaran yang baru saja dilantik.

M. Nasir, menyebut jika Penentuan dan pengalokasian anggaran Perumahan DPRD sudah sesuai perintah Undang-undang PP dan Perda APBD.

” Berita asal bunyi. Penentuan dan pengalokasian anggaran Perumahan DPRD sudah sesuai Perintah Undang-undang PP dan Perda APBD. Besarannya di tentukan oleh Peraturan Bupati dan Kajian Akademik. Jadi itu aturan yang dipakai, jadi buat berita jangan Asbun, ” tulisnya di group whatsapp FGD Pesawaran, Kamis (03/10/2024).

” Yang enggak jelas diskusi dengan Saya jadi enggak Asbun buat berita,” sambung M. Nasir dalam tulisannya.

Menanggapi hal ini, Sumara Ketua Harian Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) sangat menyayangkan ungkapan dari seorang Wakil Rakyat, apalagi ungkapan tulisan ini dikirim ke group FGD Pesawaran.

” Tulisan dari seorang Wakil Ketua DPRD Pesawaran itu tidak mencerminkan seorang pemimpin. Bagaimana tidak, di group itu ada berbagai macam orang dan berlatar belakang berbeda-beda, mulai dari pejabat, tokoh Pers, Ormas dan para Ketua LSM hingga masyarakat umum. Kok bisa ucapan yang diduga tendensius itu diucapkan Wakil Rakyat di group,” ucapnya.

Menurut Sumara, sepatutnya Dia (M.Nasir red) langsung menghubungi wartawan yang memberitakan untuk klarifikasi, ini malah sebaliknya menghardik Pewarta yang telah melakukan kerja-kerja Jurnalis.

” Untuk diketahui, team Investigasi kami yang terdiri dari LSM, Ormas dan Wartawan telah melakukan kerja Jurnalis sesuai yang diamanatkan UUD No. 40 Tentang Pers, dengan melakukan cek ke lokasi rumah yang disewa untuk perumahan Anggota DPRD Pesawaran dan langsung mewawancarai pemilik rumahnya, dan disitulah terkuak semua dan kami tuangkan dalam tulisan,” ujarnya.

Lanjut Sumara, setelah melakukan investigasi di beberapa rumah yang disewa itu, Team Investigasi yang kami bagi dalam beberapa tim langsung mengumpulkan data hasil Investigasi di lapangan termasuk foto, rekaman dan video.