BANDUNG, (TB) – Kepala SMP Negeri 1 Cibungbulang, Rismalasari, S.Pd., M.M, berhasil meraih penghargaan bergengsi Suratma Nugraha dari Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJ) atas dedikasinya sebagai penggerak literasi di Kabupaten Bogor.

Penghargaan Parasamya Susastra Nugraha Indonesia yang berlangsung di Travello Hotel Bandung, pada Minggu 26/10 ini diberikan kepada 210 insan pendidikan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, serta sepuluh penerima dari provinsi lain di Indonesia. KPPJ yang diketuai oleh Prawiro Sudirjo memberikan apresiasi dalam tiga kategori, yaitu Susastra (Penulis Solo), Suratma (Penggerak Literasi), dan Praja (Siswa).

Rismalasari menjadi salah satu figur pendidikan asal Kabupaten Bogor yang menerima penghargaan tersebut bersama empat pendidik lainnya, yakni Sri Rismayanti (SMPN 3 Cileungsi), Dr. Wulan Widaningsih (Pengawas Sekolah), Marni Lestarina (SD Nurul Karimah Bojonggede), dan Hastuti Nirmala (SMAN 1 Bojonggede).

Dalam keterangannya, Rismalasari menyampaikan rasa syukur dan haru atas penghargaan yang diraihnya. Ia menilai apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus menumbuhkan semangat literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi saya, tapi untuk seluruh keluarga besar SMPN 1 Cibungbulang. Ini adalah hasil kerja bersama dalam menghidupkan budaya literasi di sekolah kami,” ungkap Rismalasari, Sabtu (25/10/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gerakan literasi di sekolah yang dipimpinnya telah menjadi bagian dari kegiatan pembiasaan siswa, baik melalui pojok baca kelas, jurnal refleksi harian, hingga kegiatan menulis kreatif yang diikuti oleh para guru dan peserta didik.

“Kami ingin menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai kebutuhan. Literasi adalah fondasi untuk melahirkan generasi berpikir kritis, beretika, dan berdaya saing,” ujar Rismalasari.

Menurutnya, penghargaan Suratma Nugraha menjadi pengingat agar para pendidik tidak berhenti berinovasi dan berbagi inspirasi melalui gerakan literasi yang berkelanjutan.

“Saya berharap semakin banyak guru di Kabupaten Bogor yang ikut aktif menulis dan menggerakkan literasi. Karena lewat tulisan, kita meninggalkan jejak pengetahuan yang akan terus hidup,” tambahnya.