AMBON, (TB) — Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menjadi narasumber utama dalam kuliah tamu yang diselenggarakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, yang kini telah berganti nama menjadi UIN A.M. Sangadji Ambon. Acara yang berlangsung di Aula Rektorat ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.
Kuliah tamu bertema Kebijakan Kebahasaan Nasional: Revitalisasi Bahasa Daerah ini menyoroti tantangan serius yang dihadapi bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Hafidz menegaskan bahwa upaya revitalisasi bahasa daerah bukan hanya soal dokumentasi, melainkan membangun kembali budaya tutur dalam kehidupan sehari-hari sebagai identitas bangsa.
“Revitalisasi adalah kerja kolektif menjaga jati diri bangsa melalui bahasa, bukan sekadar pengarsipan,” ujarnya.
Dalam era digital, Badan Bahasa mengembangkan pendekatan inovatif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas pelestarian bahasa daerah secara inklusif dan adaptif.
“Kami pastikan warga dari Sabang hingga Merauke mendapat akses pendidikan berkualitas yang berakar pada kearifan lokal,” tambah Hafidz.
Kegiatan ini bagian dari kunjungan kerja Kepala Badan Bahasa ke Maluku, di mana ia juga menandatangani kerja sama dengan Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon untuk memperkuat program kebahasaan dan kesastraan.
Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dipandu Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku, Kity Karenisa. Para dosen seperti Dewi Qhuril Malasary Ely dan Susi Hardia Latuconsina turut aktif berdiskusi soal strategi pelindungan bahasa di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.
Melalui sinergi antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi, diharapkan upaya pelindungan dan pengembangan bahasa daerah di wilayah timur Indonesia dapat semakin diperkuat secara berkelanjutan. (**)