DEPOK — Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Depok kembali menggelar kegiatan rutin Bincang Pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok, Budi Jaya, S.T., M.T., QRMP., didampingi jajaran pejabat struktural, Selasa (3/3/2026).
Forum internal ini menjadi ruang penguatan komitmen, soliditas, serta penyamaan visi dalam menghadapi tantangan pelayanan pertanahan di Kota Depok.
Dalam arahannya, Budi Jaya menegaskan bahwa mutasi dan penempatan pegawai merupakan dinamika yang wajar dalam sebuah organisasi. Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari proses pembelajaran dan penguatan kapasitas, khususnya bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru bergabung di lingkungan Kantah Kota Depok.
“Mutasi adalah hal yang lumrah. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu beradaptasi cepat dan menunjukkan kinerja terbaik di tempat tugas yang baru,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Kota Depok memiliki karakter masyarakat yang heterogen, baik dari sisi agama, adat istiadat, maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut harus dipahami sebagai kekayaan budaya yang memperkuat semangat pelayanan publik.
“Depok adalah wilayah yang heterogen. Keberagaman ini harus kita maknai sebagai keindahan budaya Nusantara yang wajib kita hargai,” ujarnya.
Pererat Sinergi Ramadan, Bhabinkamtibmas Polsek Gedong Tataan Hadiri Safari di Desa Kebagusan
Budi Jaya juga meminta seluruh pegawai untuk segera move on dari kebiasaan di satuan kerja sebelumnya. Ia mengajak jajaran meninggalkan pola kerja yang kurang produktif dan hanya membawa hal-hal positif ke lingkungan Kantah Kota Depok. Rasa syukur atas amanah yang diberikan, menurutnya, harus diwujudkan melalui etos kerja yang profesional dan berintegritas.
Tak hanya itu, ia menegaskan pentingnya membangun budaya kerja tanpa sekat. Tidak boleh ada pengelompokan antarpegawai. Semua unsur, mulai dari pimpinan hingga staf, harus membiasakan diri berdiskusi, saling mengenal, dan memahami peran masing-masing sebagai satu keluarga besar Kantah Kota Depok. Koordinasi yang kuat diyakini menjadi kunci percepatan layanan dan peningkatan kualitas kinerja.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Jaya juga menyoroti target Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026 sebanyak 6.000 sertipikat. Target tersebut dinilai sebagai tantangan besar yang membutuhkan kerja kolektif, disiplin, dan integritas seluruh jajaran.