BOGOR, (TB) – Maraknya judi online (judol) di Indonesia kini menimbulkan dampak yang kian mengkhawatirkan. Sosiolog IPB University, Dr. Ivanovich Agusta, menegaskan praktik judol harus dipandang sebagai ancaman besar karena sudah menyangkut hak hidup, salah satu hak asasi manusia paling mendasar.
“Ketika praktik judol berujung pada hilangnya nyawa, hal itu menunjukkan betapa serius masalah ini,” ujar Dr. Ivanovich menanggapi maraknya tindak kriminal yang dipicu kecanduan judi online.
Menurutnya, faktor internal menjadi pintu masuk utama seseorang terjerat judol. Dari sudut pandang neurosains, permainan ini menimbulkan efek ketagihan pada otak layaknya narkotika. Rasa ketagihan itu mendorong seseorang mencari kepuasan berulang, bahkan hingga melanggar norma kesusilaan dan hukum.
“Ketergantungan akibat judol dapat mendorong seseorang melakukan pelanggaran, bahkan tindak kriminal,” tegasnya.
Ivanovich menambahkan, fenomena judol kini merambah semua lapisan sosial. Tidak hanya masyarakat bawah, kelas menengah pun banyak yang terjerat, hingga mengorbankan harta benda bahkan nyawa. Kondisi ekonomi yang sulit makin memperparah keadaan, memicu sebagian orang berutang atau melakukan tindak kriminal untuk menutup kerugian dari judol.
Ia menilai faktor internal dan eksternal sama-sama berperan. Ketagihan yang tidak terkendali, ditambah lingkungan sosial yang permisif, membuat seseorang nekat melakukan tindak kejahatan, bahkan menghilangkan nyawa.
Karena itu, negara menurutnya harus hadir dengan langkah konkret. Mulai dari regulasi tegas, pemblokiran platform dan rekening penampung dana judi, hingga penegakan hukum yang berani menyasar bandar besar, bukan sekadar pemain kecil.
“Jangan hanya jadi norma di atas kertas. Akun-akun ini sudah terdeteksi, tinggal blokir dan proses hukum. Bandar juga harus ditangkap, bukan hanya pengecer,” ujarnya.
Di akhir pesannya, ia mengingatkan masyarakat agar menjauhi judol sepenuhnya. “Sekali terjerat, otak akan membentuk ketagihan yang sulit dikendalikan. Ini bukan soal miskin atau kaya, siapa pun bisa terkena,” pungkasnya. (Red)
Daerah
Install App
Tugasbangsa.com
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda