BOGOR, — Aparat gabungan menggelar apel pagi di halaman PT Aneka Tambang Tbk (Antam) UBPE Pongkor, Rabu (25/2/2026), sebagai persiapan hari kedua operasi penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah IUP Pongkor dan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Apel dipimpin langsung Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna. Operasi ini melibatkan unsur Polres Bogor, Koramil Nanggung, Polisi Kehutanan, Denpom, Satpol PP, perwakilan HKM, Linmas desa se-Kecamatan Nanggung, serta tim pengamanan internal Antam.

Sebanyak 87 personel diterjunkan dalam penyisiran hari kedua dengan sasaran lubang tambang ilegal di Blok Butak dan Ampar.

Penindakan difokuskan pada penutupan lubang tambang serta pembongkaran gubuk penambang tanpa tindakan pembakaran.

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menegaskan seluruh personel harus bergerak dalam satu komando. Ia juga meminta koordinator lapangan melaporkan hasil kegiatan secara berjenjang.

“Pelaksanaan tetap satu komando dan satu perintah. Setelah penutupan lubang PETI, kita lakukan konsolidasi hasil kegiatan,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Selasa (24/2/2026), aparat gabungan telah menertibkan 18 lubang tambang ilegal di Blok Cepu dan RC 12 di wilayah IUP Antam. Operasi hari pertama tersebut melibatkan 85 personel dari berbagai unsur.

Kapolsek juga menginstruksikan apabila ditemukan pelaku PETI atau barang bukti di lapangan agar diserahkan kepada pihak Antam untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan.

Operasi terpadu ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari sebagai upaya menekan aktivitas tambang ilegal yang berpotensi merusak lingkungan serta mengganggu kawasan konsesi perusahaan dan wilayah konservasi TNGHS.