Bogor, (BS) – Pemerintah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Ketua LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), Sambas Alamsyah, yang menyoroti pelaksanaan program ketahanan pangan tahun anggaran 2024.
Yono, perwakilan dari Pemdes Sadengkolot sekaligus perencana desa, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tahun 2024 telah dijalankan sesuai rencana. Salah satu kegiatan utama program tersebut adalah penyaluran 15 ekor kerbau untuk kelompok peternak yang berada di wilayah desa.
“Ini program yang harus kita jalanin, di antaranya tahun 2024 program ketahanan pangan berupa kerbau untuk kelompok peternak, jumlahnya 15 ekor,” ujar Yono kepada beritasatoe.com, Minggu (13/7/2025), saat ditemui di lokasi kandang kerbau di Kampung Sindangwangi RT 01 RW 05.
Yono juga mengakui bahwa dari total 15 ekor kerbau, satu ekor dilaporkan mati, namun selebihnya masih dalam kondisi sehat dan dikelola oleh kelompok penerima.
“Saya terus terang, memang satu mati. Tapi yang lainnya sehat dan masih dikelola,” ujarnya.
Menanggapi kritik dari pihak LSM, Yono menjelaskan bahwa kemungkinan terjadi miskomunikasi antara pemberi pernyataan dan pihak yang terjun langsung ke lapangan.
“Miskomunikasi antara yang memberikan statement (RT) dan yang turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Yono menambahkan bahwa pihak desa terbuka terhadap masukan dan pengawasan, namun ia berharap setiap pernyataan publik didasarkan pada data dan fakta lapangan yang akurat.