DEPOK, (TB) – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diperingati setiap 5 Januari menjadi momentum refleksi penting bagi perjalanan dan arah politik partai di tengah dinamika demokrasi yang semakin pragmatis.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Depok, Mazhab HM, menegaskan bahwa politik harus dikembalikan pada khittahnya sebagai amanah dan ikhtiar ibadah, yang bertujuan menghadirkan kemaslahatan nyata bagi umat dan masyarakat luas.
“PPP dibentuk pada 5 Januari 1973. Memasuki usia ke-53 pada 2026, ini adalah fase kedewasaan yang menuntut konsistensi nilai, kejernihan arah, serta keberanian moral dalam mengambil sikap politik,” ujar Mazhab, Minggu (4/1/2026).
Mazhab mengakui bahwa secara kuantitas politik, PPP Kota Depok masih menghadapi keterbatasan, baik dari sisi perolehan kursi legislatif maupun kekuatan struktural. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi tanggung jawab moral partai kepada umat.
“Partai boleh kecil secara jumlah, tetapi tanggung jawab moral kepada umat tidak boleh ikut mengecil. Justru keterbatasan harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih ikhlas, jujur, dan dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Dalam perjalanannya, PPP Kota Depok terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai ikhtiar sosial-keagamaan, penguatan kader, serta advokasi kepentingan warga. Momentum Harlah ke-53 ini juga dijadikan sebagai ruang doa dan harapan agar PPP kembali memperoleh kepercayaan publik yang lebih luas pada Pemilu 2029.
“Dengan kepercayaan yang lebih besar, PPP dapat menghadirkan kebijakan yang lebih luas dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Mazhab juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, PPP sejak awal lahir dari semangat persatuan, bukan politik perpecahan.
“Kami menolak politik yang menebar kebencian dan polarisasi. Politik amanah harus menghadirkan keteduhan, keadilan, dan solusi bagi persoalan rakyat,” katanya.