BOGOR, (TB) – Sumiyati (40), wanita paruh baya yang hidup sebatang kara dan tinggal diemperen Jalan Dewi Sartika Kota Bogor, jadi korban tabrak lari pengendara motor yang tidak bertanggungjawab.
Peristiwa memilukan itu menimpanya saat ia sedang asik berbincang dengan teman lelaki yang baru dikenalnya beberapa hari lalu.
Akibatnya tertabrak itu, Sumiyati terpental sejauh dua meter. Kakinya yang tertabrak membuat bagian kepalanya mendarat terlebih dahulu hingga mencium aspal. Sementara pengedara roda dua yang menabraknya memilih melarikan diri.
Dalam keadaan tak sadarkan diri, Sumiyati dilarikan oleh teman pria-nya ke IGD RSUD Kota Bogor. Nahasnya, usai mengantar Sumiyati, pria tersebut justru membawa kabur tas milik wanita kelahiran Kebumen itu.
“Tas saya dibawa kabur. Isinya HP dan uang setoran hasil jualan kopi,” terang Sumiyati saat ditanya staf Humas RSUD usai sadarkan diri setelah mendapatkan perawatan medis.
Seketika Sumiyati yang biasa berjualan kopi keliling diseputaran Alun alun Kota Bogor itu menitikkan air mata, tubuhnya seakan mengatakan bila dirinya tak lagi betah berbaring di Rumah Sakit (RS). Bukan karena kondisinya yang sudah pulih total. Namun karena ke khawatirannya akan beban biaya pengobatan yang harus dibayarnya.
“Pak saya mau pulang saja. Bagaimana ya pak, saya tidak punya uang untuk membayar berobat disini. Saya tidak punya keluarga pak di Bogor,” kata Sumiyati seraya meneteskan air mata.
Kondisi Sumiyati yang memilukan, rupanya sampai ke telinga jajaran manajemen RSUD Kota Bogor. Wanita paruh baya ini digratiskan biaya perawatan hingga pengobatan. Dirinya diperkenankan pulang setelah kondisinya pulih.
Kepala Seksi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor, dr. Yuyung Susanti mengatakan, pelayanan pasien miskin memang sudah menjadi bagian dari program pemerintah, baik pusat maupun daerah.