JAKARTA, (TB) – Pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang menyebut udang terpapar radioaktif masih aman dikonsumsi menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Center for Budget Analysis (CBA) menyebut pernyataan tersebut ceroboh, menyesatkan publik, dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Menurut Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, komentar Zulhas mencerminkan lemahnya keseriusan pemerintah dalam menangani isu keamanan pangan nasional.

"Negara seharusnya hadir memberi perlindungan, bukan justru mengaburkan fakta dan memberi narasi yang bisa membahayakan publik. Rakyat tidak bisa dijadikan kelinci percobaan atas kelalaian pemerintah," tegas Jajang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/10/2025).

Pengawasan Lemah, Anggaran Rawan Pemborosan

CBA juga menyoroti lemahnya peran kementerian teknis seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta BPOM dalam memastikan keamanan rantai distribusi pangan. Isu kontaminasi radioaktif terhadap produk laut seperti udang, menurut CBA, memperlihatkan minimnya transparansi dan pengawasan nyata dari lembaga-lembaga tersebut.

Jajang menambahkan, dengan anggaran pengawasan pangan yang cukup besar setiap tahun, masih beredarnya produk berisiko tinggi menunjukkan potensi inefisiensi hingga pemborosan anggaran. Bahkan, CBA menduga dana tersebut lebih banyak habis untuk belanja birokrasi dibanding penguatan sistem laboratorium pengujian pangan yang seharusnya menjadi prioritas.

"Kita bicara soal anggaran miliaran rupiah setiap tahun untuk program ketahanan pangan. Tapi kalau hasilnya seperti ini, harus dipertanyakan efektivitas dan akuntabilitasnya," ujarnya.

Presiden Didesak Turun Tangan

Dalam pernyataannya, CBA menyebut masalah ini bukan sekadar teknis, tetapi politis. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto diminta tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kementerian terkait, termasuk KKP, Kemenkes, BPOM, dan Kementerian Perdagangan harus segera dilakukan.