BOGOR, (TB) – Sampah pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 terpantau sampah berserakan di sudut kota dan kecamatan yang menimbulkan kesan kumuh.

Padahal Pj Bupati Bogor telah melaksanakan aksi bersih baliho dan poster sesuai perintah Presiden pada (12/12). Akan tetapi faktanya, masih berserakan sampah APK di jalan protokol, jalan kabupaten hingga jalan pedesaan.

Aktivis menilai wilayah Kabupaten Bogor saat ini berpredikat Kabupaten “Darurat Sampah” tidak terbantahkan. Sampah dibiarkan berserakan dipinggir jalan, di pepohonan, dan dibakar di halaman gudang PPK. Ironisnya, sampah itu bukan di daur ulang / 3R.

Menyikapi hal ini Aktivis WALHI, LHK, FK3I menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, termasuk Pj.Guhernur Jabar, Pj. Bupati Bogor dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor untuk mewaspadai laporan Asal Bapak Senang (ABS).

Manajer WALHI Nasional, Feri Widodo menyikapi hal itu secara tegas bahwa WALHI memandang bahwa kegiatan bersih-bersih baliho atau alat peraga kampanye (APK) seharusnya tidak hanya dilakukan sebagai formalitas belaka, melainkan harus benar-benar mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap kebersihan lingkungan dan tata kelola yang baik.

Fakta bahwa masih ditemukan sampah APK yang tertinggal hingga ke pedesaan, bahkan dibakar secara sembarangan, menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini perlu evaluasi menyeluruh.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan informasi mengenai bagaimana pengelolaan sampah baliho dilakukan, termasuk alur pemusnahannya. Pembakaran sampah secara terbuka tidak hanya melanggar prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan dan mencemari udara.

“Ke depannya, kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya menjadikan kegiatan seperti ini sekadar penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan langkah-langkah yang konkrit untuk mengedukasi petugas dan masyarakat mengenai tata kelola sampah yang benar. Jangan sampai ini menjadi laporan asal bapak senang yang berisiko mencederai kepercayaan publik,” tegasnya, Minggu (15/12/2024)

Dewan WALHI Nasional Bidang Praktisi Persampahan dan Limbah B3, Dwi Retnastuti, juga menyampaikan keprihatinannya.