JAKARTA, (TB) — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan mutu pendidikan nasional, khususnya melalui ajang Teacher Tech Championship bertajuk “Inovasi dari Timur”.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pendidik dari wilayah Indonesia Timur untuk menampilkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, dengan fokus pada penerapan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), coding, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Dalam keynote speech, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atas dukungannya yang konsisten terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional — mulai dari pelatihan guru hingga pengembangan sarana dan prasarana belajar.

“BCA telah banyak membantu kami mencerdaskan bangsa melalui berbagai program yang berdampak nyata bagi satuan pendidikan di berbagai daerah,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (15/10/2025).

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pembelajaran merupakan inti dari pembangunan pendidikan nasional. Ia mengapresiasi semangat para guru dari wilayah timur Indonesia yang telah menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Seperti matahari yang selalu terbit dari timur, semangat inovasi juga lahir dari wilayah timur Indonesia untuk menerangi seluruh penjuru negeri. Dari matahari pertama di bumi khatulistiwa, kita ingin membangun Indonesia menjadi negara yang besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membangun karakter dan memperkuat nilai kemanusiaan dalam pendidikan.

“It is not about technology itself, it is about building human character and building the nation. Teknologi harus menjadi alat untuk membangun karakter dan bangsa,” tegas Abdul Mu’ti.

BCA Dorong Pembelajaran Inovatif di Timur Indonesia

Ajang Teacher Tech Championship merupakan bentuk kepedulian BCA terhadap penguatan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah. Program ini diikuti oleh lebih dari 140 tim guru dari wilayah Maluku dan Papua. Setelah melalui seleksi berjenjang, empat tim terbaik terpilih untuk tampil di babak grand final dan mempresentasikan produk inovasi pembelajaran mereka.