CISEENG, (TB) – Tanggul Kali Cibeuteung yang menjadi sumber air utama bagi saluran irigasi Sasak di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, kembali jebol dan menyebabkan gangguan serius bagi warga, khususnya petani di sektor perikanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, langsung melakukan langkah penanganan darurat.

Kepala UPT PSDA Wilayah Ciliwung Cisadane, Hendra Wardhana, ST., MT, turun langsung ke lokasi pada Jumat (1/8/2025) guna meninjau situasi dan menyampaikan komitmen percepatan penanganan.

“Kami sedang upayakan percepatan tanggap darurat. Mudah-mudahan bisa diselesaikan minggu ini,” kata Hendra.

Namun, ia mengakui bahwa kondisi debit air yang tinggi menyulitkan proses perbaikan. Karena itu, warga diimbau untuk bersabar dan tetap mendukung upaya perbaikan yang tengah dilakukan.

“Kami akan memasang batu bronjong untuk memperkuat tanggul. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Yulianti J., petugas pengelola irigasi, menyampaikan bahwa seluruh material batu bronjong sudah tersedia dan tim teknis PSDA telah siap untuk bekerja di lapangan.

“Insya Allah kalau debit air mulai surut, pekerjaan bisa langsung dimulai. Tanggul juga akan ditinggikan agar lebih aman,” jelasnya.

Untuk penanganan jangka panjang, menurut Yulianti, Pemprov Jabar telah merencanakan program normalisasi dan rekonstruksi saluran irigasi Sasak dan Kali Cibeuteung. Namun, pelaksanaannya menunggu realisasi anggaran.