JAKARTA, (TB) - Fenomena pejabat negara yang selama ini bersikap alim, penuh drama, dan gemar membangun retorika, dinilai mulai menimbulkan kejenuhan publik nasional. Namun kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, dinilai menjadi titik balik baru dalam arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Sosok Purbaya, yang dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dinilai membawa semangat baru dalam tata kelola keuangan negara — dengan gaya kepemimpinan yang tepat guna, cepat, efektif, dan efisien.

Menurut pengamat kebijakan publik Ali Nasrullah, langkah-langkah strategis Purbaya menunjukkan komitmen kuat terhadap ketahanan ekonomi nasional yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Akselerasi kinerja Purbaya akan mewujudkan daya tahan ekonomi Indonesia yang semakin kokoh dan mandiri,” ujar Ali Nasrullah di Jakarta, Minggu (13/10/2025).

Sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan baru tersebut, Ali Nasrullah — yang juga alumni Pemuda Lemhannas — menggagas Gerakan Dukung Purbaya untuk Ekonomi Indonesia Maju.
Gerakan ini bertujuan menggalang dukungan publik agar kebijakan Menteri Keuangan tetap sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan ekonomi berdikari.

“Ayo, kita dukung Pak Purbaya. Saya yakin sektor keuangan Indonesia akan semakin kokoh jika kinerja beliau terus mendapat dukungan publik secara luas,” tegas Ali.

Ali menilai, Purbaya adalah pejabat yang berpikir dan bertindak apa adanya, tanpa basa-basi, serta berbicara berdasarkan data dan prinsip.
Menurutnya, Menteri Keuangan ini tidak sekadar menyajikan laporan angka, tetapi juga memperkuat pondasi ekonomi nasional yang berkeadilan.

“Pak Purbaya tidak mau termakan opini ekonomi global yang digiring oleh kebijakan fiskal dan moneter dunia melalui IMF atau Bank Dunia. Ia berpihak pada sektor kerakyatan,” tambahnya.

Ali berharap, dukungan publik terhadap Purbaya akan memperkuat posisi pemerintah pusat dalam menegakkan kedaulatan ekonomi nasional, serta mengikis sikap apatis dari kalangan legislatif dan birokrasi daerah.