BOGOR, (TB)– Ratusan warga Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggelar aksi damai bertajuk "Malam Berkabung" sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir bagi korban kecelakaan maut akibat truk tambang, yang kembali merenggut satu nyawa pada Sabtu malam, 31 Mei 2025. Aksi ini berlangsung pada Minggu malam (1/6/2025) pukul 19.30 WIB di depan Kantor Kecamatan Parungpanjang.

Dalam aksi yang penuh simbol duka ini, warga mengenakan pakaian serba hitam, menyalakan lilin, menaburkan bunga, serta menggelar orasi dan pembacaan puisi. Aksi ini bukan hanya bentuk belasungkawa, tetapi juga perlawanan terhadap sistem yang dianggap gagal melindungi keselamatan publik.

“Korban bukan hanya angka. Dia kawan kami, teman ngopi. Kami benar-benar berkabung,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

195 Nyawa Melayang di Jalur Tambang

Data yang dihimpun warga menunjukkan, dalam enam tahun terakhir sedikitnya 195 orang meninggal dunia di jalur tambang Parungpanjang. Kejadian terbaru memperkuat desakan masyarakat akan pentingnya penanganan serius dari pemerintah.

“Masyarakat sekarang lebih peka dan berani bersuara. Keresahan ini kami rasakan bersama,” ujar seorang peserta aksi lainnya.

Baca juga: https://www.tugasbangsa.com/terjatuh-dari-truk-tambang-penumpang-tewas-di-tempat-ini-kronologinya

Tuntutan Jalur Khusus Tambang

Halaman:
A
Penulis: AdminTb