Oknum Tenaga Pendidik diduga Aniaya Siswi 

0
Spread the love
image_pdfimage_print

OKI Sumsel, (TB) – Preseden buruk terjadi pada dunia pendidikan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, dimana seorang Oknum karyawan atau tenaga pendidik rohani berinisial (TI)  diduga telah melakukan tindak kekerasan atau penganiayaan terhadap salah satu peserta didik atau siswi berinisial (DR). Kejadian yang diduga terjadi di ruang lingkup SMAN sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini. Kejadian yang terjadi di lingkup SMAN tersebut terjadi pada hari Rabu, (3/11/2021). Setelah kejadian, korban (DR) pulang kerumah dan melaporkan hal tersebut kepada orang tuanya. Tak lama kemudian orang tuanya membawa korban (DR) ke RSUD Kayuagung untuk diperiksa dan divisum.

Belum diketahui kronologis yang sebenarnya, namun atas kejadian tersebut orang tua korban berinisial (JT) telah melaporkan oknum tenaga pendidik rohani berinisial (TI) ke pihak Kepolisian setempat.

Kepala SMAN yang bersangkutan melalui Wakil Bidang Humas pada SMAN yang bersangkutan, Letorba saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, “informasi tersebut memang benar, namun saya tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut, saya takut. Selain itu memang saya tidak tahu kronologis kejadiannya bagaimana, namun saat itu sedang ada pendidikan rohani dan pelakunya bukan guru, hanya sekedar karyawan yang dipekerjakan sebagai tenaga pendidik rohani di SMA ini,” terangnya.

“Kami habis sholat dan terdengar kejadian, namun kejadiannya kami tidak tahu persis, dugaannya pelaku bukan guru, tapi dikaryakan sebagai tenaga mendidik rohani,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah kejadian itu, tahu-tahu anak itu pulang, tidak ada saksi. Kalau hari ini yang bersangkutan masuk sekolah atau tidak juga kita kurang tahu, tandasnya.

Meski Kepala SMAN yang bersangkutan ada ditempat, namun tidak dapat ditemui apalagi dikonfirmasi.

“Kami tidak berani pak, bapak lagi zoom meeting di ruangannya,” ungkap Letorba.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) SMA pada Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Masherdata Musa’i saat dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan adanya kejadian dugaan tindak kekerasan di SMA di Kab OKI.

“Ya, informasi kejadian dugaan kekerasan yang terjadi di SMAN Kayuagung .Kabupaten OKI (Rabu, 3/11/2021) sebagaimana informasi yang diduga dilakukan oleh (TI) yang merupakan Tenaga Pendidik Rohani di SMAN tersebut dan (DR) merupakan salah satu Siswi di SMAN tersebut juga benar adanya. Tadi sudah kita konfirmasikan dengan Kepala Sekolahnya, oknum nya sudah di Non aktifkan bekerja di SMA tersebut. Mengenai kasusnya kita serahkan kepada pihak berwenang”, pungkasnya saat menelpon wartawan media ini melalui via Mesenger, Jum’at . (Dihin / Tim )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *