Peringati 10 Muharram, LKC Dompet Dhuafa Gelar Khitanan Massal

0

Ket. Foto : ~ Tim medis LKC Dompet Dhuafa saat melakukan kegiatan khitanan massal bagi sejumlah anak yatim di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Spread the love
image_pdfimage_print

CISEENG, (TB) – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menggelar kegiatan sosial khitanan massal bagi anak yatim di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis (19/8/2021).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 41 orang anak – anak yatim dan dhuafa dari wilayah Kecamatan Ciseeng, mendapatkan layanan khitanan massal secara gratis.

Lini Gumiliah, Penanggung Jawab kegiatan dari LKC-DD menjelaskan, kegiatan bakti sosial terselenggara atas kerjasama dengan Ponpes An Nur Ciseeng, yang diadakan dalam rangka memperingati 10 Muharram atau yang populer dikenal oleh warga masyarakat sebagai “hari lebaran anak yatim”.

“Pelayanan khitanan massal kali ini berhasil menangani sebanyak 41 orang dan ditangani di tiga meja pelayanan yang terdiri dari 6 tenaga medis,” ujar Lini, Jum’at (2/8/2021).

Acara yang berlangsung dari pukul 9 pagi sampai 12 siang tersebut menerapkan sejumlah protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat, baik peserta khitan dan termasuk orang tua yang mendampingi anaknya.

“Semua petugas medis yang bertugas menggunakan protokol kesehatan ketat, seperti masker dan sarung tangan medis. Para peserta khitan juga menggunakan masker, lalu bagi orang tua atau saudara yang mengantar kami batasi untuk menghindari kerumunan,” tambah Lini.

Lini menuturkan khitanan massal bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam melakukan khitanan, sekaligus membantu anak – anak dalam usia pra sekolah dan usia sekolah untuk mendapatkan pelayanan khitanan.

“Khususnya bagi anak yatim dan dhuafa agar mereka mendapatkan pelayanan khitanan secara cuma-cuma serta untuk meningkatkan kemitraan dengan pihak-pihak lainnya seperti perusahaan dan institusi serta para relawan. Giat ini juga untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial kepada sesama. Semoga anak-anak yang dikhitan tumbuh menjadi anak yang soleh, berguna bagi keluarga dan negara.” pungkas Lini Gumiliah.

Evan (8 tahun) seorang anak yang menjadi peserta khitanan masal dan datang bersama orang tuanya mengaku senang bisa mengikuti proses khitanan massal bersama anak – anak lainnya.

“Sebelumnya saya semat tegang karena takut, ternyata pas tadi dikhitan sakitnya pas disuntik saja. Setelah itu tidak terasa, taunya sudah selesai. Alhamdulillah senang sekarang saya sudah dikhitan.” ungkap Evan. (San/rie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *