Peringati HANI, Aktivis Mahasiswa : Narkoba itu Pintu Kejahatan

0
Spread the love
image_pdfimage_print

BANDA ACEH, (TB) – Tanggal Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau disingkat sebagai HANI. Tema HANI ini berbeda-beda setiap tahunnya.

Di tahun 2021 ini, HANI mengusung tema War On Drugs (perang melawan narkoba) saat masa-masa pandemi Covid-19 untuk menuju Indonesia yang bersih dari Narkoba.

Adapun inisiator HANI yang kerap diperingati pada 26 Juni ini adalah United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) yang pertama kali diinisiasi pada 26 Juni 1988.

Terkhusus di Aceh, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh pernah memaparkan bahwa Aceh masuk peringkat enam daerah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini berdasarkan hasil survei pada 2019.

Dari kalangan Aktivis mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby juga pernah menyatakan dukungan terhadap Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda Aceh) pada tahun 2020 silam di Markas Polda Aceh.

Dia mengungkapkan, bahwa hari ini semua pihak benar-benar harus saling dukung demi terciptanya Indonesia dan khususnya Aceh yang bersih dari Narkoba.

“Aceh mendapatkan peringkat 6 peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, hal ini menjadi PR bersama antara Pemerintah, BNN, Kepolisian dan masyarakat agar saling mendukung demi terciptanya kestabilan generasi Aceh kedepannya. Jika generasi rusak, maka tentu Aceh tidak akan stabil. Narkoba ini pintu masuk dari semua kejahatan dan dalangnya harus dihukum berat”, ujarnya, Jumat (25/06/2021).

Alfaraby menilai, pencegahan yang efektif yang harus dilakukan untuk daerah Aceh adalah dengan melibatkan tokoh-tokoh agama.

“Hal ini diyakini akan mampu kita lakukan dengan melibatkan semua stakeholder termasuk tokoh agama. Kita gencarkan dan ingatkan kepada anak-anak muda akan bahaya dan dosa besar kepada mereka. Karena mereka (anak muda) adalah sasaran empuk penyalahgunaan. Generasi emas Aceh tentu harus diselamatkan sebelum terlambat”, tambahnya.

Selain berdiskusi dengan Polda Aceh, Alfaraby juga menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap Kapolda, yang dalam hal ini merupakan sebuah komitmen bersama agar Aceh bebas dari Narkoba dan menjadi provinsi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Narkoba itu pintu kejahatan, kita tidak akan mentolerir segala bentuk kejahatan yang dilakukan untuk menghancurkan Aceh. Dalam hal ini, saya apresiasi Kapolda dan jajaran atas segala daya dan upaya untuk menyelamatkan Aceh dari bahaya Narkoba. Semoga Aceh kedepan bebas Narkoba dan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua”, tutupnya. (Sto/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *