BOGOR, (TB) – UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga menggulirkan inovasi bertajuk “Kemis Keliling” (Keling), sebuah program monitoring dan aksi langsung di lapangan untuk mendukung percepatan rehabilitasi irigasi. Kegiatan ini digagas oleh Kepala UPT, Esda Permana Lukman, sebagai bentuk konkret pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Inpres tersebut mengamanatkan percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna memperkuat program swasembada pangan nasional.

“Program ini juga sekaligus implementasi dari arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati. Kami ingin menginventarisir kondisi eksisting bendungan dan saluran irigasi,” ujar Esda saat ditemui di lokasi Bendungan Bongas, Kecamatan Nanggung, Kamis (24/7/2025).

Esda menyebut, kegiatan Kemis Keliling telah memasuki pekan ketiga dan akan terus dilaksanakan rutin empat kali dalam sebulan. Wilayah kerja UPT mencakup enam kecamatan, dengan total sekitar 200 Daerah Irigasi (D.I) yang harus dimonitor.

“Kita prioritaskan kunjungan ke bendungan terlebih dahulu. Selain pengecekan, kita juga bersih-bersih lokasi agar aliran tetap lancar,” jelasnya.

Beberapa titik bendungan yang telah dikunjungi antara lain Sendung, Sodong, dan Bongas, dan pekan depan dijadwalkan ke D.I. Cibunar.

Kepala Bagian Tata Usaha (TU), Yudi, menambahkan bahwa keberhasilan program irigasi ini juga sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat ikut peduli terhadap irigasi di lingkungannya. Ini menyangkut keberhasilan program Presiden untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Program Kemis Keliling dinilai sebagai langkah nyata dari pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan air bagi lahan pertanian rakyat. (Sto)