DEPOK — Wali Kota Depok, Supian Suri, melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di Kecamatan Tapos dengan membawa pesan kuat terkait penataan wilayah perbatasan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmennya menjadikan Tapos sebagai kawasan yang mencerminkan wajah kota modern yang tertata, bersih, dan nyaman.
Menurut Supian Suri, Kecamatan Tapos yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor memiliki posisi strategis sebagai gerbang Kota Depok. Karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan dinilai menjadi prioritas penting.
“Saya ingin ketika masuk ke Tapos, suasananya sudah terasa seperti kota. Jalannya mulus, ruang-ruang sisa jalan yang masih bisa dimaksimalkan, agar dimaksimalkan. Jangan sampai suasananya seperti desa lagi,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).
Ia menilai perkembangan permukiman di Tapos sudah sangat pesat dan menunjukkan karakter wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, aspek kebersihan dan penataan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Supian Suri juga memperkenalkan Tim Maung Asri, yang dibentuk sebagai implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Tim tersebut merupakan akronim dari Manusia Unggul, dengan salah satu karakter utamanya adalah kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Tim Maung Asri akan dipimpin Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Kebersihan (TLK) DLHK Kota Depok, Sakti. Tim ini bertugas berkeliling memantau kondisi lingkungan di seluruh wilayah Kota Depok, khususnya memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah liar serta mempercepat penanganan titik-titik yang membutuhkan perbaikan.
“Saya minta pembuangan sampah liar tidak lagi terlihat,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga tengah menyiapkan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah. Supian Suri menargetkan kapasitas penanganan dapat mencapai hingga 1.000 ton sampah per hari pada tahun ini.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah harian Kota Depok yang saat ini berada di kisaran angka yang sama.