BOGOR, (TB) — Di kaki Gunung Salak yang sejuk dan asri, tepatnya di Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, berdiri sebuah destinasi wisata bernuansa religi dan budaya bernama Wisata Religi Talaga Air Rahasia.
Luasnya mencapai sekitar 3.600 meter persegi dan merupakan milik Raden Haji Abdul Jaya Akbar, pria yang dikenal sebagai penerus silsilah Keprabuan Salaka Nagara Tenjolaya Bogor.
Meski belum diresmikan secara formal, lokasi wisata ini sudah ramai dikunjungi masyarakat. “Kalau dibuka secara resmi belum, tetapi sudah banyak yang berkunjung. Tidak dipungut biaya, hanya sedekah seikhlasnya dan hasilnya kami gunakan untuk membantu anak yatim,” ungkap RH. Abdul Jaya Akbar yang akrab disapa Guru Njay.
Menurutnya, motivasi memiliki dan mengelola lahan tersebut bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan bagian dari wasiat leluhur.
“Di lokasi ini ada situs bersejarah dari Prabu Kian Santang. Jadi tempat ini menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang harus dijaga. Selain itu, saya juga mendapat amanah untuk melestarikan alam tanah leluhur,” ujarnya.
Kini, persiapan pembukaan resmi masih terus dimatangkan. Fokus utama diarahkan pada perbaikan akses jalan agar lebih nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
“Sarana di dalam kawasan sudah cukup lengkap. Ada rumah singgah, kamar mandi, kamar ganti, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya,” tambahnya.
Menariknya, di dalam kawasan wisata terdapat mata air Tri Dharma Kahuripan, sumur, pancuran, dan kolam yang masing-masing berjumlah tujuh. Elemen “tujuh” ini diyakini memiliki makna simbolis dalam tradisi spiritual dan budaya Sunda kuno.
Guru Njay juga berencana menjadikan peresmian Wisata Religi Talaga Air Rahasia sebagai momentum kebangkitan budaya lokal.
“Rencana saya, saat peresmian nanti akan mengundang Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Gubernur KDM, para Raja dan Sultan Nusantara, serta para sejarawan, seniman, dan budayawan. Acara ini juga akan dirangkaikan dengan Gerakan Sadar Budaya Keprabuan Salaka Negara,” pungkasnya. (Rie)