DEPOK, (TB) – Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tapos, M. Robby H., menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas gizi makanan bagi penerima manfaat program Makanan Bergizi (MBG). Hal itu ia sampaikan dalam wawancara saat meninjau operasional dapur SPPG yang berlokasi di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kamis (27/11/2025).
Robby mengatakan bahwa pembangunan dapur SPPG Tapos berlangsung selama 45 hari, mulai dari komitmen hingga penandatanganan SK. Setelahnya, tim memiliki waktu sekitar dua bulan untuk persiapan operasional.
“Saat ini kami memiliki 43 karyawan, dan semuanya merupakan warga lokal,” ujarnya.
Selektif Pilih Supplier, Proses Olah Dipantau Ahli Gizi
Dalam pemilihan supplier, Robby menegaskan bahwa standar kualitas adalah prioritas.
“Kami sangat selektif. Semua bahan baku ditimbang dan dicek ulang untuk memastikan kualitasnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh chef yang bertugas telah bersertifikat BNSP, sementara proses pengolahan makanan diawasi langsung oleh ahli gizi.
“Mulai dari persiapan hingga penguraian, semuanya diawasi agar kualitas gizi tetap terjamin bagi para penerima manfaat,” tegasnya.
Dampak Ekonomi & Upaya Reduksi Stunting
Robby berharap keberadaan dapur SPPG Tapos dapat memberi manfaat ganda bagi warga Cimpaeun dan sekitarnya.
“Kami berharap program ini menambah penghasilan warga yang bekerja di dapur, dan dapat menyediakan makanan bergizi gratis untuk PAUD dan TK yang belum tercover dapur lain,” ungkapnya.
Ia optimistis program MBG dapat membantu menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak-anak.
“Ini semua untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang lebih sehat dan kuat,” tambahnya.
SOP Ketat & Pengelolaan B3