DEPOK, (TB) — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan besar dalam membantu sesama di Kota Depok. Seorang pengusaha dermawan, Haji Rudiman, bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok, bergandengan tangan membangun rumah milik Ibu Salmah, warga RT 02 RW 06 Kelurahan Cimpaeun, Tapos, yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.

Aksi kemanusiaan ini menjadi sorotan karena dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni hasil kolaborasi warga, relawan, serta para dermawan.

Ibu Salmah, seorang lansia penyandang kelumpuhan, tinggal bersama anaknya dalam rumah yang lapuk, lembap, minim ventilasi, dan berpotensi membahayakan keselamatan. Melihat kondisi tersebut, Haji Rudiman tergerak untuk membantu melalui program bedah rumah berbasis solidaritas sosial.

“Program ini tidak hanya untuk menyediakan hunian yang layak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga Ibu Salmah. Sebagian bangunan akan dijadikan kontrakan agar bisa menjadi pemasukan tambahan setiap bulan,” ujar Haji Rudiman saat peluncuran program di Cimpaeun. Ia menargetkan pembangunan selesai sebelum bulan Ramadan.

Ketua TP PKK Kota Depok, Cing Ikah, memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat—mulai dari warga Cimpaeun, kader PKK dan Posyandu, perangkat RT/RW, kecamatan, hingga para donatur seperti Baznas dan Dinsos.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan betapa luar biasanya keguyuban di antara kita. Semua pihak bergerak bersama tanpa mengandalkan APBD,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Depok untuk ikut serta dalam gerakan kemanusiaan di lingkungan masing-masing.
“Kami tidak ingin ada lagi warga Depok yang tinggal di rumah tidak layak huni. TP PKK dan Posyandu siap berkolaborasi dengan siapa pun yang ingin membantu,” tambahnya.

Program ini bukan hanya membangun dinding dan atap baru, tetapi juga membangkitkan harapan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa perubahan besar dapat terwujud melalui kepedulian bersama, tanpa harus menunggu anggaran pemerintah.

Semangat gotong royong ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Depok agar lebih banyak warga yang mendapat manfaat. Gerakan kemanusiaan tanpa APBD tersebut diyakini dapat menjadi gelombang kebaikan berkelanjutan—mengembalikan martabat, keamanan, dan masa depan bagi keluarga yang membutuhkan. (Hetti)