BOGOR, (TB) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dr. Rusliandy, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengusulkan dan memprioritaskan pembangunan fasilitas di SMP Negeri 2 Tajurhalang dalam perencanaan anggaran pendidikan tahun mendatang.
Langkah ini diambil menyusul kondisi sekolah yang dinilai masih minim sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar, termasuk kekurangan ruang kelas, lapangan olahraga, serta fasilitas dasar lainnya.
“Kami akan pelajari kebutuhan riil di lapangan agar program pembangunan ruang kelas baru dan fasilitas penunjang bisa segera direalisasikan,” ujar Dr. Rusliandy kepada tugasbangsa.com, Selasa (21/10).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan fasilitas antar sekolah negeri, terutama di wilayah-wilayah berkembang seperti Tajurhalang yang tengah mengalami pertumbuhan jumlah siswa cukup signifikan.
“Kami memahami kondisi sekolah-sekolah baru seperti SMPN 2 Tajurhalang yang masih membutuhkan perhatian lebih. Prinsipnya, semua siswa harus mendapatkan hak belajar di lingkungan yang layak dan aman,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Sekolah Siti Rosyadah, S.Pd mengungkapkan bahwa SMPN 2 Tajurhalang yang berdiri di atas lahan seluas 8.600 meter persegi itu hanya memiliki empat ruang kelas untuk menampung 417 siswa dari 11 rombongan belajar (rombel). Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menerapkan sistem belajar dua shift, pagi dan sore.
Selain kekurangan ruang belajar, sekolah juga belum memiliki lapangan olahraga, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang komputer untuk pelaksanaan ANBK dan TKA, sarana ibadah, serta kantin yang layak. Kondisi tanah sekolah yang masih berupa tanah merah menyebabkan halaman menjadi becek dan licin saat hujan, sehingga kegiatan luar ruangan kerap terhambat.
Meski dengan segala keterbatasan, kegiatan salat duha dan literasi tetap rutin dilakukan setiap pagi, meski siswa harus beralaskan terpal di halaman terbuka. “Kami berharap perhatian dari pemerintah agar kegiatan belajar bisa berjalan lebih efektif dan fasilitas dasar bisa segera dilengkapi,” ujar Siti Rosyadah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memastikan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah untuk memverifikasi kondisi dan kebutuhan riil di lapangan. Dr. Rusliandy berharap pembangunan ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya dapat segera masuk dalam rencana prioritas pembangunan pendidikan tahun anggaran berikutnya.