BOGOR (TB) – Fasilitas pendidikan di SMP Negeri 2 Rumpin, Kabupaten Bogor, kini berada dalam kondisi darurat. Dengan jumlah 960 siswa dan 26 rombongan belajar, sekolah hanya memiliki delapan toilet yang sebagian besar tidak layak digunakan—jumlah yang jauh dari standar minimal sarana sanitasi untuk sekolah setingkat SMP.
Desi Diana,Spd Bio,M.Pd, Kepala sekolah yang baru enam bulan menjabat mengakui bahwa kondisi sarpras yang ada membuat proses belajar mengajar berjalan tidak ideal.
“Dengan delapan toilet yang kondisinya kurang layak, antrean siswa kadang sampai mengular. Ini bukan hanya tidak nyaman, tapi juga berisiko bagi kesehatan,” ujarnya.
Plafon Jebol dan Atap Roboh
Masalah lain yang tidak kalah serius adalah kerusakan pada bangunan kelas. Sejumlah plafon ruang belajar tampak rapuh, bahkan satu ruang kelas mengalami atap roboh saat dilakukan pengecatan.
“Ketika pengecatan, plafon jebol karena sudah sangat rapuh. Atapnya ikut roboh. Ini menunjukkan struktur bangunan memang sudah tidak aman,” ungkap Desi.
Kerusakan ini membuat beberapa kelas tidak dapat digunakan maksimal dan menuntut penanganan segera agar tidak membahayakan keselamatan siswa.
Meubeler Masih Jauh dari Cukup
SMPN 2 Rumpin juga mengalami kekurangan meja dan kursi (meubeler). Sekolah telah mengajukan kebutuhan tersebut melalui Musrenbang dan terdaftar untuk menerima bantuan pada 2025. Namun hingga kini, belum ada informasi lanjutan.