DEPOK, (TB) – Yayasan Citra Negara terus melakukan inovasi dalam dunia pendidikan. Ketua Badan Pimpinan Harian (BPH) Citra Negara, Dr. Muhamad Rizki Darma Guna Hasan, M.Pd, resmi meluncurkan jurusan baru Perhotelan di SMK Citra Negara sekaligus meresmikan perubahan branding SMP Citra Negara menjadi Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Citra Negara, Kamis (21/8).

Rizki menegaskan, langkah ini merupakan strategi yayasan untuk memperluas pilihan pendidikan dan menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di era global.

“Jurusan perhotelan kami targetkan minimal dua kelas. Namun melihat antusiasme masyarakat, sangat mungkin berkembang menjadi empat hingga lima kelas,” ujarnya saat acara peresmian yang juga dihadiri Wali Kota Depok, Supian Suri.

Selain membuka jurusan baru, Yayasan Citra Negara juga memperkenalkan kurikulum coding dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kurikulum ini dirancang agar siswa tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga mampu menciptakan sistem yang bermanfaat.

“Coding bukan sekadar membuat software, tetapi bagaimana anak-anak bisa mengolah dan menyajikan informasi dengan tepat. Di SMP, SMA, dan SMK Citra Negara, coding akan menjadi bekal utama mereka dalam menghadapi era digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rizki menjelaskan jurusan Perhotelan tidak hanya berorientasi pada industri pariwisata dan hotel, tetapi juga mengembangkan keterampilan hospitality secara luas, termasuk peluang kerja di kapal pesiar dan luar negeri. Yayasan bahkan telah menjalin kerja sama dengan praktisi perhotelan dan akademisi, salah satunya dosen dari Universitas Trisakti.

Saat ini SMK Citra Negara menampung sekitar 2.400 siswa dengan lima jurusan utama: Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), Manajemen Perkantoran, dan Pemasaran.

Selain fokus pada keterampilan vokasi, Citra Negara juga mendorong prestasi akademik. Setiap tahun ratusan penghargaan diraih siswa, bahkan belasan di antaranya berhasil masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan UTBK.

“Walaupun SMK umumnya menyiapkan lulusan siap kerja, kami tetap membuka ruang bagi siswa untuk melanjutkan studi. Tahun ini, ada 17 siswa kami diterima di PTN,” pungkas Rizki. (Heti)